Menu

Mode Gelap

Nasional · 13 Sep 2025 02:51 WITA

Luhut Temui Aliansi Ekonom Indonesia, Bahas Kondisi Ekonomi RI yang Dinilai Darurat


 Luhut Temui Aliansi Ekonom Indonesia, Bahas Kondisi Ekonomi RI yang Dinilai Darurat Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, bertemu dengan sejumlah ekonom yang tergabung dalam Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) pada Jumat (12/9). Pertemuan ini berlangsung selama dua jam dan membahas berbagai tantangan serta arah kebijakan ekonomi nasional.

AEI, yang beranggotakan 383 ekonom dan akademisi, sebelumnya menilai ekonomi Indonesia berada dalam kondisi darurat, meski pada kuartal II 2025 tercatat tumbuh 5,12 persen.

“Selama dua jam lamanya, kami berdialog secara terbuka untuk mendengar paparan AEI terkait tantangan dan arah kebijakan ekonomi nasional,” tulis Luhut melalui akun Instagram pribadinya, @luhut.pandjaitan.

Masukan Ekonom: Deregulasi dan Penyederhanaan Birokrasi

READ  Kemenpora Tetapkan Target 80 Emas di SEA Games 2025, Indonesia Turunkan 900 Atlet di Thailand

Dalam dialog tersebut, Luhut menerima sejumlah masukan, terutama terkait deregulasi kebijakan dan penyederhanaan birokrasi yang dinilai masih menjadi hambatan dalam menciptakan iklim usaha dan investasi.

“Saya dan tentunya seluruh tim @dewanekonomi.id merasa bahwa masukan seperti itu sangat berharga. Karena memang pemerintahan Presiden @prabowo sedang fokus memperkuat fondasi ekonomi melalui deregulasi untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, serta digitalisasi sistem perizinan melalui OSS,” ujar Luhut.

Digitalisasi untuk Penerimaan Negara dan Bansos

Selain mendengarkan masukan, Luhut juga memaparkan upaya pemerintah memperkuat penerimaan negara melalui digitalisasi. Salah satunya, digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) yang akan segera dijalankan sebagai proyek percontohan.

READ  Airlangga Hartarto Apresiasi Investasi USD3,9 Miliar Lotte Chemical di Cilegon

“Dengan sistem yang lebih transparan, bantuan akan lebih tepat sasaran, anggaran lebih efisien, dan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” jelasnya.

AEI: Ekonomi RI Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Sebelumnya, AEI menyatakan kualitas hidup masyarakat di berbagai lapisan mengalami penurunan. Mereka juga menilai kondisi darurat ekonomi Indonesia tidak muncul tiba-tiba, melainkan hasil akumulasi panjang dari ketidakadilan sosial.

“Walau ada tekanan dari guncangan global, kondisi di Indonesia ini tidak terjadi tiba-tiba, melainkan akumulasi berbagai proses bernegara yang kurang amanah,” tulis AEI dalam keterangan tertulis, Selasa (9/9).

READ  Menko Polkam Budi Gunawan: Persatuan Bangsa Kunci di Usia ke-80 Tahun Kemerdekaan RI

Aliansi yang di antaranya diisi nama ekonom Yose Rizal Damuri, Wijiyanto Samirin, Vivi Alatas, dan Teuku Riefky itu menilai narasi pemerintah yang sering membanggakan pertumbuhan 5 persen tidak sepenuhnya mencerminkan realitas di lapangan.

Harapan Kolaborasi

Luhut berharap pertemuan dengan para ekonom dapat rutin digelar sehingga setiap rekomendasi yang disampaikan kepada Presiden Prabowo benar-benar berbasis data dan kajian mendalam.

“Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan para pemikir bangsa menjadi kunci untuk memastikan pembangunan ekonomi yang tidak hanya tangguh menghadapi gejolak global, tetapi juga berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Luhut.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional