SOALINDONESIA—JAKARTA — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) menjadi momentum refleksi atas peran strategis insan pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H., menegaskan bahwa pers memiliki posisi krusial sebagai garda terdepan dalam menyelaraskan berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Bunyamin, di era keterbukaan informasi yang serba cepat dan masif seperti saat ini, kerja-kerja jurnalis profesional patut mendapatkan apresiasi tinggi. Pers dinilai mampu menjaga keseimbangan informasi, menghadirkan fakta secara objektif, sekaligus menjadi penjernih di tengah derasnya arus opini dan disinformasi.
“Insan pers hari ini tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga berperan penting dalam menyelaraskan isu-isu sosial, politik, ekonomi, dan keagamaan yang berkembang di masyarakat,” ujar Bunyamin dalam keterangannya, memperingati Hari Pers Nasional.
Ia menambahkan, pers merupakan mitra terbaik bagi negara, dunia usaha, dan masyarakat kecil. Melalui pemberitaan yang berimbang dan beretika, pers menjadi jembatan aspirasi publik sekaligus pengawas jalannya demokrasi.
Lebih lanjut, Bunyamin menegaskan bahwa fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi telah dijalankan dengan sangat baik oleh insan jurnalis. Kebebasan pers yang bertanggung jawab dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta keadilan sosial.
“Pilar keempat demokrasi benar-benar hidup melalui kerja-kerja jurnalistik yang profesional, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Bunyamin berharap insan pers tetap konsisten berdiri di garda terdepan dalam seluruh aspek pemberitaan, sekaligus terus menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme dan sejalan dengan Undang-Undang Pers.
“Semoga insan pers Indonesia terus menjaga marwah profesinya, memperkuat integritas, dan tetap menjadi cahaya bagi demokrasi serta persatuan bangsa,” pungkasnya.











