SOALINDONESIA—BONE, Sulawesi Selatan — Kehadiran Menteri Agama RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar dalam sebuah acara keluarga di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjadi potret utuh tentang kharisma seorang tokoh nasional yang dihormati lintas ruang: keluarga, masyarakat, hingga negara.
Di ujung timur Bone, ratusan warga tampak telah menanti sejak lama. Mereka datang bukan sekadar menyambut seorang pejabat negara, melainkan seorang ulama dan cendekiawan yang namanya telah lama hidup dalam percakapan kampus, pesantren, dan ruang-ruang keislaman Indonesia.
Saat Prof. Nasaruddin tiba di lokasi acara keluarga, suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Sambutan masyarakat mengalir alami, mencerminkan kedekatan emosional yang jarang terbangun secara instan. Di mata keluarga dan masyarakat setempat, beliau tetap sosok yang sederhana, membumi, dan mudah menyapa siapa saja.
Tokoh Akademik dan Ulama Pesantren
Prof. Nasaruddin Umar dikenal luas sebagai tokoh akademik yang disegani di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Di lingkungan kampus, pandangan keilmuannya menjadi rujukan para guru besar, dosen, dan mahasiswa. Keulamaannya berpadu dengan tradisi akademik yang kuat, menjadikannya figur yang menjembatani ilmu, iman, dan kebangsaan.
Di luar kampus, peran beliau juga sangat menonjol di lingkungan pondok pesantren. Hingga kini, Prof. Nasaruddin Umar tercatat membina dan memimpin ratusan pondok pesantren—sekitar 500-an pesantren yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Di ruang inilah kharisma beliau tumbuh bukan dari jabatan, melainkan dari keteladanan dan konsistensi dakwah.
Kepercayaan Negara
Kunjungan Prof. Nasaruddin Umar ke Bone kemarin juga memperlihatkan posisi strategis beliau di tingkat nasional. Perjalanan tersebut mendapat dukungan penuh, termasuk fasilitasi helikopter yang disupport oleh Menteri Pertanian. Hal ini menegaskan kuatnya sinergi antarkementerian dalam Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Lebih dari sekadar dukungan teknis, hal itu mencerminkan kepercayaan negara kepada sosok Menteri Agama yang dinilai mampu menjaga harmoni kehidupan beragama sekaligus memperkuat persatuan nasional.
Harapan Publik
Di tengah dinamika bangsa yang kompleks, kehadiran Prof. Nasaruddin Umar sebagai Menteri Agama menghadirkan harapan tersendiri bagi masyarakat. Ia dipandang sebagai figur yang mampu menyejukkan, merawat dialog, dan menghadirkan kebijakan keagamaan yang inklusif dan berakar pada nilai-nilai kebangsaan.
Masyarakat Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas kepercayaan yang diberikan kepada Prof. Nasaruddin Umar untuk mengemban amanah sebagai Menteri Agama. Sosok yang dinilai telah lama dinantikan untuk memimpin urusan keagamaan dengan pendekatan ilmu, kebijaksanaan, dan keteladanan.
Harapan pun mengiringi: semoga Presiden senantiasa diberikan kesehatan dan perlindungan Allah SWT dalam menjalankan amanah rakyat, serta Prof. Nasaruddin Umar terus diberi kekuatan untuk menjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia.











