Menu

Mode Gelap

Nasional · 29 Okt 2025 01:51 WITA

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tetap Digelar 3–9 November 2025: “The Show Must Go On”


 Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tegaskan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tetap Digelar 3–9 November 2025: “The Show Must Go On” Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) nasional akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal, yakni pada 3–9 November 2025.

Mu’ti menyatakan program tersebut telah mendapat persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, sehingga tidak ada alasan untuk menunda atau membatalkan pelaksanaannya.

Penegasan ini disampaikan Mu’ti sebagai tanggapan atas munculnya petisi publik yang menuntut pembatalan TKA dan telah ditandatangani lebih dari 184 ribu orang.

“Jadi the show must go on, dan program ini adalah program yang sudah disetujui Pak Presiden. Sudah semuanya kita sosialisasikan, sudah kita jelaskan semuanya. Kalau ada yang tidak siap, tidak usah ikut,” tegas Mu’ti kepada wartawan, Selasa (28/10/2025).

Tes Tidak Wajib, Peserta Sukarela

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa TKA bersifat tidak wajib, sehingga tidak ada unsur paksaan dalam pelaksanaannya. Ia menegaskan bahwa siswa yang memilih mengikuti tes telah mengetahui konsekuensi dan persiapan yang dibutuhkan.

READ  AHY Dukung Tim Investigasi Demo Ricuh, Yusril Nilai Tak Mendesak

“Loh, kan ini tidak wajib. Ya sekali lagi kan ini tidak wajib. Jadi kalau tidak wajib kan berarti dia sukarela. Itu enggak make sense. Kalau orang sudah sukarela kan berarti tidak dipaksa. Ya kan? Itu aja,” ujar Mu’ti menegaskan.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan sosialisasi secara masif kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia agar memahami bahwa TKA bukanlah ujian pengganti kelulusan, melainkan alat ukur kemampuan akademik dan logika dasar siswa menjelang jenjang pendidikan tinggi.

Petisi Tak Akan Pengaruhi Jadwal TKA

Mu’ti menyebut bahwa meskipun petisi penolakan terus disuarakan di media sosial, hal tersebut tidak akan memengaruhi keputusan pemerintah. Ia bahkan mengapresiasi semangat siswa yang menyampaikan aspirasi, namun menilai tuntutan pembatalan itu tidak relevan.

“Kita mengapresiasi yang melakukan gerakan petisi itu, tapi itu tidak make sense karena sukarela. Kalau orang sudah sukarela kan berarti tidak dipaksa, berarti dia sudah sadar dengan semua konsekuensinya,” kata Mu’ti, dikutip dari Antara.

READ  Presiden Prabowo Tinjau Warga Terdampak Banjir di Gang Padat Jalan Gajah Mada, Denpasar

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa lebih dari 3,5 juta siswa di seluruh Indonesia telah mendaftarkan diri untuk mengikuti TKA pada awal November mendatang.

“Jadi yang sudah mendaftar itu sadar, tidak ada yang dipaksa. Semuanya dilakukan dengan pilihan dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.

Ramai Petisi Batalkan TKA di Media Sosial

Diketahui, gelombang penolakan terhadap TKA mulai mencuat setelah muncul petisi bertajuk “Batalkan Pelaksanaan TKA 2025” di platform Change.org yang dibuat oleh akun bernama Siswa Agit. Petisi tersebut disebut mewakili suara siswa kelas 3 SMA yang menilai pelaksanaan TKA terlalu mendadak dan membebani.

Hingga Selasa sore (28/10/2025), lebih dari 184 ribu pengguna internet telah menandatangani petisi tersebut. Mereka mendesak agar Kementerian Pendidikan meninjau ulang jadwal dan relevansi TKA dengan kurikulum nasional.

Meski demikian, pihak Kementerian tetap menegaskan bahwa TKA tidak wajib, sehingga bagi siswa yang merasa tidak siap, tidak ada kewajiban untuk ikut serta.

READ  Menag Nasaruddin Umar Ajak PWNU Sumut Perkuat Spiritualitas dan Pendidikan

Arahan Presiden Prabowo dan Fokus Evaluasi Pendidikan

Program TKA disebut merupakan bagian dari kebijakan evaluasi nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memetakan kemampuan dasar siswa di bidang numerasi, literasi, dan penalaran logis.

Mu’ti menambahkan, hasil TKA nantinya tidak akan memengaruhi nilai rapor atau kelulusan, tetapi akan digunakan sebagai bahan evaluasi kebijakan pendidikan nasional dan dasar perbaikan kurikulum ke depan.

“TKA ini bukan untuk menilai siapa pintar atau tidak. Ini untuk mengetahui sejauh mana kemampuan akademik siswa kita secara nasional, agar kita bisa memperbaiki sistem belajar dengan data yang akurat,” tutur Mu’ti.

Dengan penegasan tersebut, Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 dipastikan tetap dilaksanakan sesuai jadwal, yaitu 3–9 November 2025, di seluruh Indonesia. Pemerintah berharap pelaksanaan TKA berjalan lancar, objektif, dan menjadi tolok ukur kemajuan mutu pendidikan nasional.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional