SOAlINDONESIA—JAKARTA – Kesiapan Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam menyelenggarakan Festival Etnik Religi Tolikara 2026 mendapat apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Direktur Urusan Agama Kristen Kemenag RI, Luksen Jems Mayor, menilai langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tolikara menunjukkan keseriusan dalam menghadirkan sebuah festival yang tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Luksen Jems Mayor saat ditemui media ini di Kantor Kementerian Agama RI, kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat itu mengatakan, persiapan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tolikara di bawah kepemimpinan Bupati Willem Wandik, S.Sos., menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan festival yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, Festival Etnik Religi Tolikara merupakan salah satu terobosan daerah yang patut diapresiasi karena menggabungkan nilai-nilai budaya, keagamaan, pariwisata, serta penguatan ekonomi kerakyatan dalam satu agenda besar.
“Kami mengapresiasi langkah-langkah yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Tolikara, dalam hal ini Bupati Willem Wandik bersama seluruh jajaran, dalam mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan ini. Kami melihat konsep yang dibangun cukup inovatif, membuka peluang bagi masyarakat menjadi tuan rumah yang baik, sekaligus memberikan ruang yang luas bagi pelaku UMKM untuk berkembang. Ini merupakan langkah yang sangat visioner,” ujar Luksen.
Ia menilai, konsep festival yang diusung Pemerintah Kabupaten Tolikara mampu menghadirkan wajah baru Papua Pegunungan melalui pendekatan budaya dan keagamaan yang sarat nilai edukasi serta persatuan.
Menurut Luksen, kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat identitas budaya masyarakat lokal, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membangun citra positif daerah di tingkat nasional. Festival tersebut diyakini mampu memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah penginjilan, keramahan masyarakat, serta potensi wisata Tolikara kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia.
Lebih lanjut, Luksen mengungkapkan bahwa gaung Festival Etnik Religi Tolikara 2026 mulai mendapat perhatian media nasional. Hal itu, menurutnya, menjadi indikator bahwa penyelenggaraan festival tersebut memiliki daya tarik yang besar dan layak menjadi perhatian publik.
“Luar biasa kegiatan ini, karena rekan-rekan media nasional sampai mengonfirmasi langsung ke Kementerian Agama RI mengenai pelaksanaannya. Artinya, gaung Festival Etnik Religi Tolikara sudah mulai terdengar secara nasional. Ini menjadi hal yang sangat positif, bukan hanya bagi Kabupaten Tolikara, tetapi juga bagi Papua Pegunungan secara keseluruhan,” katanya.
Ia berharap Festival Etnik Religi Tolikara dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain di Indonesia dalam mengembangkan potensi lokal melalui pendekatan budaya dan keagamaan.
“Festival seperti ini dapat menjadi referensi bagi kabupaten dan kota lain untuk membangun promosi pariwisata daerahnya masing-masing dalam bingkai etnik dan keagamaan. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dan jika dikemas dengan baik akan menjadi kekuatan besar dalam membangun ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat persatuan bangsa,” ujarnya.
Luksen juga menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, pelaku budaya, dan masyarakat menjadi modal utama dalam memastikan pelaksanaan Festival Etnik Religi Tolikara 2026 berjalan aman, tertib, dan sukses.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tolikara terus mematangkan seluruh persiapan menjelang pelaksanaan festival yang dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 di Karubaga. Festival tersebut akan menampilkan berbagai atraksi budaya unggulan, di antaranya Tarian Kolosal Sejarah Masuknya Injil di Lembah Toli, Tradisi Lendawi (Ratapan Adat), Atraksi Tandem Paralayang, hingga pameran budaya dan potensi distrik sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya, memperkuat iman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.











