soalindonesia.com,Bekasi – Insiden kecelakaan hebat yang melibatkan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek, KRL Commuter Line, dan sebuah unit taksi di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menyisakan duka mendalam. Hingga Selasa (28/4) dini hari, dilaporkan jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi lima orang.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengonfirmasi perkembangan terbaru mengenai evakuasi korban di lokasi kejadian. Selain korban jiwa, petugas masih berupaya keras menyelamatkan penumpang yang terjebak.
“Update korban saat ini yang meninggal dunia ada 5 orang. Kemudian yang masih terperangkap sekitar 3 orang. Sementara itu, 79 orang lainnya sudah diobservasi di sembilan rumah sakit berbeda,” ujar Bobby kepada media di Stasiun Bekasi Timur.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Mobil Taksi
Kecelakaan berantai ini dipicu oleh sebuah taksi yang tertemper KRL Commuter Line di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) kawasan Bulak Kapal. Tabrakan tersebut menyebabkan KRL berhenti mendadak di lintasan.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa posisi KRL yang terhenti akibat insiden taksi tersebut kemudian ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang.
Evakuasi Penumpang dan Pemulihan Jalur
Pihak KAI memastikan bahwa seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang dinyatakan selamat dan telah dievakuasi dari lokasi. Sementara itu, dari pihak KRL Commuter Line, tercatat 38 penumpang telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Untuk menangani situasi ini, KAI telah mengambil langkah-langkah darurat:
• Posko Tanggap Darurat: Didirikan langsung di Stasiun Bekasi untuk koordinasi evakuasi dan informasi keluarga korban.
• Normalisasi Jalur: Per pukul 01.24 WIB, jalur hilir di Stasiun Bekasi Timur dilaporkan sudah mulai bisa beroperasi kembali setelah proses evakuasi bangkai taksi dan rangkaian KRL selesai dilakukan.
Hingga saat ini, tim penyelamat masih fokus melakukan evakuasi terhadap tiga korban yang dilaporkan masih terjepit di dalam rangkaian kereta. Pihak berwenang juga tengah mendalami penyebab pasti gangguan di perlintasan sebidang yang menjadi pemicu awal kecelakaan maut ini.











