Menu

Mode Gelap

Nasional · 9 Agu 2025 14:07 WITA

27 Ribu Pegawai BUMN Diduga Terima Bansos, PPATK Bekukan Rekening


 27 Ribu Pegawai BUMN Diduga Terima Bansos, PPATK Bekukan Rekening Perbesar

SOALINDONESIA – INDONESIA – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengambil langkah tegas dengan memblokir lebih dari 10 juta rekening penerima bantuan sosial yang diduga tidak tepat sasaran. Total dana yang berhasil diamankan oleh PPATK mencapai sekitar Rp2 triliun.

Langkah ini dilakukan setelah dilakukan analisis mendalam atas data rekening penerima bansos. PPATK menemukan bahwa banyak dari rekening tersebut termasuk kategori dormant — tidak aktif selama bertahun-tahun — namun tetap menerima saldo. Pihak PPATK menilai ini sebagai tanda bahwa penyaluran bantuan sosial belum sepenuhnya efektif dan akurat dalam sasarannya.

READ  Ridwan Kamil Tiba di Bareskrim Polri untuk Tes DNA

Lebih lanjut, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyampaikan bahwa beberapa rekening ditemukan menyimpan saldo besar—hingga jutaan rupiah—dan ada indikasi penyalahgunaan dana bansos untuk aktivitas ilegal seperti judi online. Selain itu, sejumlah rekening pemerintah dan bendahara pengeluaran juga ditemukan dalam kondisi tidak aktif namun masih mencantumkan data saldo.

Menindaklanjuti temuan serius ini, PPATK berkoordinasi intensif dengan Kementerian Sosial untuk memperbaiki data penerima bansos. Melalui Survei Penilaian Integritas (SPI), PPATK turut memberikan rekomendasi untuk memperkuat sistem pengawasan, memastikan bansos tepat sasaran sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.

READ  20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It
Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Trending di News