Menu

Mode Gelap

Nasional · 29 Agu 2025 15:30 WITA

NasDem Rotasi Kader: Rusdi Masse Duduk di Kursi Komisi III, Sahroni Pindah ke Komisi I


 NasDem Rotasi Kader: Rusdi Masse Duduk di Kursi Komisi III, Sahroni Pindah ke Komisi I Perbesar

SoalIndonesia—Jakarta—Fraksi Partai NasDem mencopot Ahmad Sahroni dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Keputusan itu termaktub dalam surat resmi fraksi yang ditandatangani Ketua Fraksi Viktor Laiskodat dan Sahroni sendiri sebagai Sekretaris Fraksi. Dalam rotasi itu, posisi Sahroni digantikan oleh anggota Komisi I DPR, Rusdi Masse Mappasessu, sementara Sahroni akan menempati kursi anggota Komisi I.

Sumber internal NasDem yang dikonfirmasi membenarkan keputusan tersebut. “(Surat) benar,” ujar seorang politisi NasDem yang enggan disebutkan namanya, Jumat, 29 Agustus 2025.

Ucapan Kontroversial dan Gelombang Kritik

Pergantian ini datang hanya sepekan setelah pernyataan Sahroni menuai badai kritik publik. Saat kunjungan kerja ke Polda Sumatera Utara, Jumat, 22 Agustus lalu, ia menyebut mereka yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “orang tolol sedunia.”

READ  SBY Lukis Kapal “Only The Strong”, Simbol Demokrat Hadapi Badai Politik

“Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia,” kata Sahroni di hadapan aparat kepolisian.

 

Pernyataan itu memicu reaksi keras di media sosial. Warganet menuding Sahroni arogan dan meremehkan suara publik. Kolom komentar di akun Instagram pribadinya langsung dibanjiri hujatan. Sebagian menyebut ucapannya mencerminkan jarak yang kian lebar antara wakil rakyat dan masyarakat.

Alasan Rotasi NasDem

Ketua Fraksi NasDem Viktor Laiskodat membantah bahwa pencopotan Sahroni semata-mata akibat kontroversi ucapannya. Ia menyebut rotasi sebagai langkah strategis untuk menata ulang penugasan kader di tengah dinamika politik yang terus bergerak.

READ  Presiden Prabowo Hadiri Parade Militer 80 Tahun Kemenangan China di Beijing, Sejajar dengan Putin hingga Kim Jong Un

“Kami ingin setiap kader bekerja sesuai kapasitas terbaiknya untuk rakyat. Itulah semangat restorasi yang terus kami jalankan,” kata Viktor dalam keterangan tertulis.

Menurut Viktor, Komisi III DPR yang membawahi urusan hukum dan penegakan keadilan memerlukan fokus pengawasan yang lebih tajam. Rotasi kader, kata dia, merupakan bagian dari upaya NasDem menghadirkan politik yang adaptif. “Setiap kader ditempatkan bukan hanya berdasarkan kebutuhan internal, tetapi juga untuk menjawab tantangan kebangsaan yang berkembang,” ujarnya.

Manuver Politik di Balik Pergantian

Langkah NasDem ini dibaca sebagai upaya meredam tekanan publik sekaligus menjaga citra partai menjelang tahun politik. Komisi III kerap menjadi sorotan publik karena mengawasi lembaga strategis seperti Kejaksaan, Kepolisian, dan KPK. Dengan menempatkan Rusdi Masse, NasDem dinilai ingin menegaskan kontrol politik yang lebih hati-hati dalam isu hukum dan korupsi.

READ  Ketum SOKSI Bangga Puteri Komarudin Masuk Bursa Menpora, Tapi Tegaskan Hak Prerogatif Presiden

Bagi Sahroni, rotasi ini menandai perubahan besar dalam karier politiknya. Dari posisi strategis di Komisi III yang kerap menjadi panggung nasional, ia kini bergeser ke Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi. Perpindahan ini bisa membatasi sorotan publik terhadap dirinya, sekaligus menjadi sinyal bahwa NasDem tidak ingin terbebani kontroversi personal yang bisa mengganggu citra partai.

Artikel ini telah dibaca 64 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional