Menu

Mode Gelap

Nasional · 31 Agu 2025 15:29 WITA

NasDem Nonaktifkan Kader Pemicu Amarah Publik, PAN Diminta Bersikap Tegas terhadap Uya Kuya dan Eko Patrio


 NasDem Nonaktifkan Kader Pemicu Amarah Publik, PAN Diminta Bersikap Tegas terhadap Uya Kuya dan Eko Patrio Perbesar

SoalIndonesia—Jakarta,– Partai NasDem mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan salah satu kadernya yang dinilai menjadi pemicu kemarahan masyarakat hingga berujung pada gelombang demonstrasi besar-besaran. Aksi unjuk rasa tersebut bahkan sempat berujung pada kericuhan, pembakaran fasilitas umum, tindakan anarkistis, hingga penjarahan di beberapa titik.

Keputusan nonaktifasi ini dinilai sebagai bentuk tanggung jawab politik sekaligus upaya meredam eskalasi ketegangan di tengah masyarakat. “Partai harus hadir sebagai penyejuk, bukan justru menambah bara. Karena itu, kader yang dianggap memperkeruh suasana kami nonaktifkan sementara untuk menjaga marwah partai,” ujar salah satu elite DPP NasDem.

READ  Mentan Amran Cabut Izin 190 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Langgar HET: “Tak Ada Toleransi!”

Di sisi lain, sorotan publik kini mengarah pada Partai Amanat Nasional (PAN). Dua kadernya yang juga figur publik, Uya Kuya dan Eko Patrio, ramai dikecam warganet lantaran dinilai tidak menunjukkan empati terhadap aspirasi masyarakat dalam perjuangan mereka. Sikap dan pernyataan keduanya di media sosial dianggap justru memperkeruh situasi.

Sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis mendesak DPP PAN untuk mengambil langkah serupa dengan NasDem. “Jika PAN ingin tetap dipercaya rakyat, mereka harus segera bersikap tegas. Jangan sampai pernyataan kader justru memantik api di tengah situasi yang sudah panas,” kata seorang pengamat politik.

READ  Gianni Infantino Bertemu Presiden Prabowo Subianto di New York

Hingga berita ini diturunkan, pihak DPP PAN belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan publik untuk menonaktifkan Uya Kuya dan Eko Patrio. Namun, gelombang kritik terus bergulir di ruang publik, menandakan tingginya sensitivitas masyarakat terhadap sikap elite politik di tengah perjuangan aspirasi rakyat.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional