Menu

Mode Gelap

Nasional · 3 Sep 2025 01:01 WITA

Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Pejabat Barjas: Pengadaan Harus Transparan, Jangan Ada Monopoli


 Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Pejabat Barjas: Pengadaan Harus Transparan, Jangan Ada Monopoli Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan pesan khusus kepada para pejabat pengadaan barang dan jasa (barjas) di lingkungan Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik monopoli.

Pesan ini disampaikan Menag dalam rapat koordinasi bersama pimpinan satuan kerja Kementerian Agama dan pejabat fungsional Pengadaan Barang/Jasa se-Indonesia. Rapat digelar secara hybrid dan dipusatkan di kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (2/9).

Hadir mendampingi Menag, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, Staf Ahli Menag Faisal, Staf Khusus Menag Ismail Cawidu, para tenaga ahli Menag, Kepala Biro Umum Aceng Abdul Azis, serta Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Thobib Al Asyhar.

READ  Selesai I’tikaf dan Idulfitri, Bunyamin Yapid Kembali Lanjutkan Misi Pelayanan Jamaah

“Untuk masalah pengadaan barang dan jasa, mohon bekerja sama dengan Itjen agar meminimalisir adanya penyelewengan. Jangan sampai ada monopoli tertentu dalam kepentingan apapun,” tegas Menag.

Lebih lanjut, Nasaruddin menekankan pentingnya efisiensi dan profesionalisme dalam tata kelola birokrasi, khususnya terkait layanan dan fasilitas Kemenag. Ia mengingatkan agar pejabat terkait mampu mengukur kebutuhan secara proporsional.

“Kepala biro harus punya sense mana yang cukup, mana yang berlebihan. Jangan ada pemborosan. Kendaraan dinas, anggaran, hingga sumber keuangan non-APBN harus tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

READ  Menag Nasaruddin Umar Terima Kunjungan Menteri Wakaf Suriah di Masjid Istiqlal, Bahas Kaderisasi Ulama dan Penguatan Wakaf

Selain itu, Menag juga menyoroti pentingnya digitalisasi untuk mendukung kinerja birokrasi yang lebih efisien. Menurutnya, efisiensi bukan sekadar soal penghematan anggaran, melainkan juga mencakup pengelolaan waktu, tenaga, dan ruang kerja.

“Kita harus menuju paperless office. Arsip dan laporan harus digital agar hemat waktu, hemat tempat, dan terkoordinasi dengan baik. Tidak perlu sampai laporan dengan bertemu langsung, kalau bisa harus berbasis sistem,” tandasnya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

WW Foundation Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H

26 Mei 2026 - 21:44 WITA

Willem Wandik: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Jadi Energi Baru Pembangunan Papua Pegunungan

20 Mei 2026 - 12:52 WITA

Trending di Nasional