Menu

Mode Gelap

Nasional · 4 Sep 2025 10:49 WITA

Gelar Simulasi Nasional Megathrust di Sumatera Barat, Kemenkes Perkuat Respons Kesehatan Hadapi Bencana


 Gelar Simulasi Nasional Megathrust di Sumatera Barat, Kemenkes Perkuat Respons Kesehatan Hadapi Bencana Perbesar

SOALINDONESIA – PADANG Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui Pusat Krisis Kesehatan menyelenggarakan Simulasi Nasional Kesiapsiagaan Menghadapi Megathrust pada 31 Agustus–3 September 2025 di Sumatera Barat. Agenda ini dirancang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan, kesiapan fasilitas layanan, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi krisis akibat bencana besar.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk antisipasi, bukan untuk menimbulkan kecemasan masyarakat.

“Sumatera Barat memiliki sejarah panjang menghadapi gempa bumi dan tsunami. Simulasi ini penting untuk meminimalkan korban dan mempercepat penanganan darurat. Dalam kondisi krisis, yang paling penting adalah kecepatan dan koordinasi lintas sektor,” ujar Kunta.

Kesiapsiagaan Sebagai Investasi

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan adalah investasi bagi keselamatan masyarakat.

“Kita tidak bisa menghindari gempa, tetapi kita bisa memperkuat persiapan agar dampaknya dapat diminimalisir. Apa yang kita lakukan hari ini bisa menentukan keselamatan ribuan bahkan jutaan jiwa di masa mendatang,” katanya.

Empat Strategi Kemenkes

Kemenkes menyiapkan empat strategi utama untuk memperkuat respons kesehatan:

  1. Tenaga Cadangan Kesehatan

  2. Emergency Medical Team (EMT)

  3. Health Emergency Operation Center (HEOC)

  4. Public Safety Center (PSC) 119

READ  Rapat RUU Penyiaran Dipersingkat, DPR Khawatir Terkepung Massa Demo

Latihan cluster kesehatan juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi, ketersediaan logistik medis, sistem rujukan, dan jejaring lintas sektor.

Melibatkan 657 Peserta Lintas Sektor

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaluddin, menjelaskan rangkaian kegiatan meliputi pelatihan teknis hingga field training exercise (FTX). Total ada 657 peserta dari unsur kesehatan dan lintas sektor, termasuk BNPB, Basarnas, TNI, Polri, PMI, PLN, PDAM, hingga organisasi masyarakat.

Sekjen Kunta menambahkan, kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama membangun sistem kesehatan yang tangguh.

“Momentum simulasi ini bukan hanya penting bagi Sumatera Barat, tetapi juga bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Trending di News