Menu

Mode Gelap

Nasional · 9 Sep 2025 14:30 WITA

Menkes Budi Gunadi Ungkap Indonesia Pelajari Vaksin Kanker Rusia EnteroMix


 Menkes Budi Gunadi Ungkap Indonesia Pelajari Vaksin Kanker Rusia EnteroMix Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut vaksin kanker buatan ilmuwan Rusia, EnteroMix, sebagai “obat” meski metode pengujiannya mirip dengan vaksin.

“Metodenya mirip dengan vaksin,” kata Budi di Jakarta, Selasa (9/9).

Budi mengungkapkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan perusahaan pengembang vaksin tersebut. Ia juga mengirimkan tim khusus untuk mempelajari kemungkinan pelaksanaan uji klinis di Indonesia.

“Saya sudah bicara dengan beberapa perusahaan yang membuat ini. Saat ini sedang ada clinical trial-nya. Saya juga sudah kirim tim untuk mempelajari apakah mungkin clinical trial-nya bisa dilakukan di Indonesia,” jelasnya.

READ  Korbid PKSP KPI Pusat Ditugaskan ke Kalimantan Utara, Kawal Pembentukan KPID ke-34 di Indonesia

Vaksin Kanker dengan Teknologi mRNA

EnteroMix merupakan vaksin kanker berbasis mRNA yang dikembangkan oleh Pusat Penelitian Medis Radiologis Nasional Kemenkes Rusia bersama Institut Biologi Molekuler Engelhardt. Vaksin ini bekerja dengan melatih sistem imun agar mampu mengenali dan menghancurkan sel kanker.

Berbeda dengan terapi konvensional seperti kemoterapi atau radiasi, EnteroMix bersifat terpersonalisasi sesuai kondisi tiap pasien. Vaksin ini menggunakan empat virus jinak untuk menargetkan tumor dan memperkuat sistem imun pasien.

Hasil uji klinis pada 48 relawan menunjukkan efektivitas tinggi, bahkan diklaim mencapai 100 persen tanpa efek samping serius. Dalam beberapa kasus, vaksin berhasil mengecilkan ukuran tumor secara signifikan hingga menghancurkannya.

READ  Nasaruddin Umar: Dari Santri hingga Menteri Agama yang Membela Guru

Tunggu Izin Kemenkes Rusia

Meski dinyatakan aman dan efektif, EnteroMix masih menunggu persetujuan regulasi dari Kementerian Kesehatan Rusia sebelum dapat dipasarkan. Jika disetujui, vaksin ini akan menjadi vaksin kanker mRNA terpersonalisasi pertama di dunia.

Menurut Veronika Skvortsova, Kepala Agen Biomedis Federal Rusia, penggunaan pertama vaksin akan ditujukan untuk kanker kolorektal, sebelum dikembangkan lebih lanjut untuk glioblastoma (tumor otak) dan melanoma, termasuk melanoma okular.

“Penelitian berlangsung bertahun-tahun dan terbukti aman. Kami menunggu izin untuk digunakan,” ujarnya.

Harapan Baru bagi Pasien Kanker

READ  Sembilan Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Hadapi Vonis di Tipikor Jakarta

Apabila disetujui, EnteroMix disebut berpotensi mengubah lanskap pengobatan kanker global, memberi harapan baru bagi jutaan pasien. Indonesia sendiri, lewat Kementerian Kesehatan, membuka peluang untuk ikut serta dalam uji klinis agar pengembangan terapi ini bisa lebih cepat menjangkau masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional