Menu

Mode Gelap

Nasional · 20 Sep 2025 01:15 WITA

Istana Ingatkan Pejabat Tak Semena-mena Pakai Sirine dan Strobo, Gerakan ‘Stop Tot Tot Wuk Wuk’ Jadi Sorotan


 Istana Ingatkan Pejabat Tak Semena-mena Pakai Sirine dan Strobo, Gerakan ‘Stop Tot Tot Wuk Wuk’ Jadi Sorotan Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengingatkan seluruh pejabat negara agar tidak semena-mena dalam menggunakan fasilitas sirine dan strobo saat melintas di jalan raya.

Pernyataan ini disampaikan Prasetyo menanggapi maraknya gerakan penolakan masyarakat bertajuk “Stop Tot Tot Wuk Wuk di Jalan” yang viral di media sosial.

“Tentunya kita harus memperhatikan kepatutan, kemudian memperhatikan ketertiban masyarakat pengguna jalan yang lain,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (19/9).

Ia menegaskan, pemerintah sudah menerbitkan surat edaran khusus kepada pejabat negara agar memperhatikan aturan dan kepatutan dalam penggunaan fasilitas tersebut.

READ  Dr. H. Bunyamin M. Yapid: Pers Garda Terdepan Penyelaras Isu di Era Keterbukaan Informasi

Tak Boleh Semau-maunya

Prasetyo menekankan, penggunaan sirine dan strobo hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu. Namun, tidak berarti pejabat bebas memakainya seenaknya.

“Sehingga bukan berarti menggunakan fasilitas tersebut, semena-mena atau semau-maunya itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto pun kerap memberi contoh dengan tidak selalu menyalakan sirine dan strobo saat mendapat pengawalan.

“Presiden sendiri dalam berlalu lintas juga sering ikut bermacet-macet, kalaupun lampu merah ya berhenti, ketika tidak ada sesuatu yang sangat terburu-buru,” imbuhnya.

Respons Korlantas Polri

Gerakan penolakan penggunaan sirine dan strobo berlebihan ini juga mendapat tanggapan dari Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho.

READ  Tiga Kementerian Bersinergi Perkuat Keamanan Infrastruktur Pesantren Pasca Tragedi Ambruknya Musala

Ia mengakui bahwa fenomena ini menjadi masukan penting bagi kepolisian. Bahkan, Agus mengaku dirinya sudah menghentikan penggunaan pengawalan dengan sirine dan strobo.

“Bahkan saya, Kakorlantas, saya bekukan untuk pengawalan menggunakan suara-suara itu karena masyarakat terganggu, apalagi padat. Ini kita evaluasi, biarpun ada ketentuannya kapan menggunakan sirene,” ujar Agus di Mabes Polri, Jumat (19/9).

Agus menyebut jajarannya juga sudah diarahkan untuk menghentikan sementara pengawalan dengan sirine dan strobo.

“Ini saya terima kasih kepada masyarakat. Untuk Korlantas, sementara kita bekukan. Semoga tidak usah harus pakai tot tot lagi lah,” tandasnya.

READ  Menkeu Purbaya: Realisasi Subsidi Capai Rp 218 Triliun, Konsumsi BBM dan LPG 3 Kg Naik Tajam
Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

WW Foundation Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H

26 Mei 2026 - 21:44 WITA

Willem Wandik: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Jadi Energi Baru Pembangunan Papua Pegunungan

20 Mei 2026 - 12:52 WITA

Trending di Nasional