Menu

Mode Gelap

Nasional · 25 Sep 2025 00:35 WITA

Prabowo Subianto: Indonesia Diberikan Kehormatan dengan Urutan Ketiga di Sidang Majelis Umum PBB ke-80


 Prabowo Subianto: Indonesia Diberikan Kehormatan dengan Urutan Ketiga di Sidang Majelis Umum PBB ke-80 Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan rasa terhormatnya setelah diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidato pada Sidang Majelis Umum ke-80 PBB. Indonesia diberi urutan ketiga dalam giliran pidato, setelah Presiden Brasil Inacio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menurutnya merupakan sebuah penghormatan besar.

“Ya, saya kira ini suatu kehormatan, saya bisa bicara termasuk dikasih urutan yang terhormat ya, habis Brasil yang selalu nomor satu, Amerika yang selalu nomor dua, baru kasih kesempatan kepada Indonesia,” ujar Prabowo kepada wartawan di New York, Amerika Serikat, Rabu (24/9) waktu setempat.

Penghormatan Terhadap Indonesia

Berdasarkan penjelasan yang diungkapkan oleh situs resmi PBB, Brasil selalu memperoleh giliran pidato pertama dalam Sidang Majelis Umum PBB sejak 1955, dengan pengecualian pada tahun 1983 dan 1984 .

Sementara itu, Amerika Serikat, sebagai tuan rumah PBB, selalu mendapatkan urutan kedua dalam sesi pidato. Setelah dua negara tersebut, urutan pidato selanjutnya diberikan kepada negara-negara berdasarkan level representatif dan pertimbangan geografis.

READ  Tenaga Ahli Menag RI Dr H Bunyamin M Yapid Hadiri Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1447 H

Menurut Prabowo, penempatan Indonesia di urutan ketiga dalam sesi pidato Sidang Majelis Umum PBB ke-80 ini merupakan indikasi penghormatan yang diberikan oleh PBB terhadap Indonesia.

“Saya kira [PBB] menghormati Indonesia, menghargai Indonesia,” ucap Prabowo menanggapi penempatan Indonesia di urutan pidato ketiga.

Sikap Indonesia dalam Pidato

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan pandangan Indonesia mengenai berbagai isu global yang dihadapi dunia saat ini. Menurut Prabowo, Indonesia tetap konsisten mendorong penyelesaian konflik di seluruh dunia melalui dialog dan kerja sama internasional.

“Tapi yang paling utama bagi kita tentunya kita sangat merasa jeritan penderitaan rakyat Gaza. Saya kira itu,” tandas Prabowo, mengungkapkan perhatian utama Indonesia terhadap konflik di Gaza dan penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini masih berlangsung.

READ  Penerima Program Makan Bergizi Gratis Hampir Tembus 20 Juta, BGN: Uang yang Beredar Capai Rp28 Triliun

Pernyataan Prabowo di Sidang PBB

Prabowo menambahkan, dalam pidatonya, Indonesia menegaskan pentingnya upaya untuk membawa perdamaian dan menyelesaikan berbagai konflik yang ada di dunia, dengan fokus utama pada kemanusiaan dan perlindungan warga sipil. Krisis Gaza, yang telah berlangsung bertahun-tahun, menjadi salah satu isu utama yang disoroti dalam pidato Indonesia.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia telah lama menjadi suara yang vokal mengenai isu-isu kemanusiaan, dan Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan terus berkomitmen untuk memperjuangkan perdamaian, terutama di kawasan yang sedang dilanda konflik, seperti Gaza.

Pentingnya Diplomasi Multilateral

Prabowo juga menegaskan pentingnya kerja sama internasional dan diplomasi multilateral melalui organisasi-organisasi global seperti PBB. Indonesia, menurutnya, akan terus berperan aktif dalam meredakan ketegangan dan menciptakan solusi damai melalui dialog dan negosiasi.

READ  Eko Patrio Disorot Usai Joget dengan Musik Horeg, Klarifikasi dan Minta Maaf

“Indonesia akan terus memperjuangkan perdamaian dunia dan mendorong penyelesaian konflik melalui pendekatan yang inklusif dan berbasis pada prinsip keadilan dan kemanusiaan,” ujar Prabowo.

Momentum untuk Indonesia di Panggung Global

Penempatan Indonesia di urutan ketiga untuk menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-80 ini juga menegaskan posisi strategis Indonesia di kancah internasional. Sebagai negara dengan demokrasi terbesar di Asia Tenggara dan ekonomi terbesar di kawasan, Indonesia terus memperkuat peranannya dalam isu-isu global, terutama terkait dengan perdamaian, keamanan, dan keadilan sosial.

Sidang Majelis Umum PBB yang dihadiri oleh 80 negara anggota ini menjadi wadah bagi negara-negara di seluruh dunia untuk menyampaikan pandangan dan kebijakan mereka terkait isu-isu internasional yang tengah dihadapi. Dengan posisi yang semakin kuat, Indonesia berharap dapat terus memberikan kontribusi positif terhadap perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional