Menu

Mode Gelap

Nasional · 30 Sep 2025 14:51 WITA

Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Normalisasi dengan Israel Usai Baliho Presiden Prabowo Muncul di Tel Aviv


 Kemlu RI Tegaskan Tak Ada Normalisasi dengan Israel Usai Baliho Presiden Prabowo Muncul di Tel Aviv Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menegaskan kembali posisi tegas Indonesia terkait hubungan diplomatik dengan Israel, menyusul kemunculan baliho bergambar Presiden Prabowo Subianto yang viral di Tel Aviv, Israel.

Dalam pernyataan resminya, Juru Bicara I Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa sikap Indonesia tidak berubah: tidak akan ada pengakuan ataupun normalisasi hubungan dengan Israel, termasuk melalui Abraham Accords atau platform kerja sama internasional lainnya, selama belum ada pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

“Posisi Indonesia sangat clear bahwa tidak akan ada pengakuan dan normalisasi dengan Israel baik melalui Abraham Accords atau platform lainnya, kecuali Israel terlebih dahulu mau mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat,” ujar Yvonne dalam keterangannya yang diterima Liputan6.com, Selasa (30/9/2025).

READ  Ahmadi Noor Supit Kembali Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Iklan di Bank BJB

Kemunculan Baliho di Tel Aviv Picu Reaksi Publik

Baliho bergambar Presiden RI Prabowo Subianto yang terpampang di salah satu titik strategis Tel Aviv telah menuai perhatian dan pertanyaan publik. Pasalnya, Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang konsisten membela perjuangan rakyat Palestina, dan belum memiliki hubungan diplomatik formal dengan Israel.

Meskipun belum jelas siapa pihak yang memasang baliho tersebut, berbagai spekulasi muncul di tengah masyarakat, terutama di media sosial. Banyak pihak meminta kejelasan sikap pemerintah menyikapi kemunculan simbolik yang berpotensi menimbulkan salah tafsir ini.

Kemlu RI: Tidak Ada Perubahan Kebijakan Luar Negeri

Yvonne menegaskan bahwa keberadaan baliho itu sama sekali tidak mencerminkan kebijakan luar negeri Indonesia, dan tidak berhubungan dengan tindakan resmi pemerintah.

READ  Kepala BSKDN Kemendagri Tekankan Hilirisasi Riset sebagai Kunci Inovasi Daerah

“Hal itu seperti yang pernah ditegaskan Menlu RI, bahwa visi apa pun terkait Israel harus dimulai dari pengakuan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” lanjutnya.

Kemlu menegaskan bahwa apa pun inisiatif, aksi simbolik, atau narasi yang berkembang tidak boleh disalahartikan sebagai sinyal perubahan sikap resmi pemerintah Indonesia.

Dukungan Indonesia untuk Palestina Tak Tergoyahkan

Indonesia, di bawah berbagai pemerintahan, telah secara konsisten mendukung solusi dua negara (two-state solution), dan memperjuangkan hak rakyat Palestina untuk hidup merdeka dan berdaulat di tanah airnya sendiri.

Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai forum internasional seperti PBB, OKI, Gerakan Non-Blok, hingga forum bilateral dan regional lainnya.

READ  Gagal Berangkat Umrah Kembali Marak, Kemenhaj Imbau Jamaah Lebih Selektif Pilih Travel

“Selama tidak ada pengakuan atas Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, maka tidak akan ada jalan menuju normalisasi dengan Israel,” tegas Yvonne.

Belum Ada Pernyataan Resmi dari Presiden Prabowo

Hingga berita ini diturunkan, Presiden Prabowo Subianto belum memberikan komentar resmi terkait keberadaan baliho bergambar dirinya di Tel Aviv. Pihak Istana juga belum mengeluarkan pernyataan atau klarifikasi.

Kesimpulan: Sikap Indonesia Tetap Tidak Berubah

Kemunculan baliho tersebut tidak mengubah prinsip dasar politik luar negeri Indonesia, yang selama ini tegak lurus dalam membela hak-hak rakyat Palestina dan menolak segala bentuk normalisasi yang mengabaikan prinsip keadilan dan kemerdekaan.

Artikel ini telah dibaca 130 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional