Menu

Mode Gelap

Nasional · 5 Okt 2025 22:55 WITA

Presiden Prabowo Akan Lantik Komite Reformasi Polri Pekan Depan, Mahfud Md Masuk Dalam Tim


 Presiden Prabowo Akan Lantik Komite Reformasi Polri Pekan Depan, Mahfud Md Masuk Dalam Tim Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan akan melantik Komite Reformasi Kepolisian pada pekan depan, menandai dimulainya langkah strategis dalam melakukan perubahan menyeluruh di tubuh Polri.

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan kepada wartawan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2025), usai menghadiri peringatan HUT ke-80 TNI.

“Minggu depan. Iya, akan diumumkan dan dilantik oleh Pak Presiden,” ujar Prasetyo.

Mahfud Md Dipastikan Masuk Komite Reformasi Polri

Dalam kesempatan tersebut, Prasetyo juga mengonfirmasi nama Mahfud Md sebagai salah satu anggota dalam Komite Reformasi Polri. Mahfud yang dikenal sebagai mantan Menko Polhukam dan pakar hukum tata negara, dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas penting dalam mendorong transformasi institusi kepolisian.

“Termasuk salah satunya (Mahfud),” ungkap Prasetyo sambil tersenyum.

READ  Presiden Prabowo Kunjungi Paviliun Indonesia di Expo 2025 Osaka, Simbol Dukungan Penuh untuk Diplomasi Budaya dan Keberlanjutan

Prasetyo tidak menjelaskan lebih lanjut siapa saja anggota lainnya dalam komite tersebut, namun ia memberi isyarat bahwa jumlah anggota yang akan dilantik sebanyak sembilan orang, sesuai dengan informasi yang telah beredar sebelumnya.

Komite Akan Bekerja Selama Enam Bulan

Sementara itu, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto, menjelaskan bahwa Komite Reformasi Polri akan bersifat ad hoc, dan dirancang untuk bekerja selama enam bulan.

“Reformasi Polri itu ad hoc. Sekitar enam bulan kerjanya,” jelas Bambang Eko dalam konferensi pers sebelumnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (26/9/2025).

Komite ini akan bekerja paralel dan bersinergi dengan Tim Transformasi Polri yang telah lebih dulu dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Namun demikian, Bambang menekankan bahwa komite bentukan Presiden adalah elemen utama dalam inisiatif reformasi ini.

READ  KPK Pastikan Penyidikan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB Tetap Berjalan Meski Lisa Mariana Jadi Tersangka di Bareskrim

“Presiden tetap akan membentuk tim reformasi sehingga nanti di dalam tim Polri itu, dia akan membantu kita. Jadi ada sinergi di situ. Tapi yang penting, yang utama itu adalah tim bentukan presiden,” tegasnya.

Fokus Reformasi: Profesionalisme dan Akuntabilitas

Meskipun belum dirinci secara resmi, Komite Reformasi Polri ini diperkirakan akan fokus pada isu-isu utama seperti:

Transparansi dan akuntabilitas kepolisian

Penguatan fungsi pengawasan internal dan eksternal

Peningkatan kualitas SDM dan pendidikan Polri

Hubungan Polri dengan masyarakat sipil

Reformasi sistem karier dan penegakan disiplin

Langkah pembentukan komite ini menjadi bagian dari janji kampanye Presiden Prabowo untuk meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian yang selama ini kerap menghadapi kritik tajam.

Kehadiran Mahfud Diharapkan Perkuat Legitimasi dan Kepercayaan Publik

Masuknya Mahfud Md ke dalam komite ini dinilai sebagai langkah strategis dan simbolik. Selain berpengalaman dalam penegakan hukum dan pemerintahan, Mahfud dikenal luas sebagai figur yang tegas terhadap agenda reformasi hukum dan HAM.

READ  Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra Bahas Reformasi Polri hingga Isu OECD dalam Pertemuan Bilateral di Jepang

Pengamat politik dari UIN Jakarta, Siti Zuhro, menyebut bahwa kehadiran Mahfud bisa memperkuat legitimasi moral dan kepercayaan masyarakat terhadap arah reformasi Polri.

“Mahfud bukan hanya paham hukum, tapi juga berani bicara keras. Dia bisa menjadi penyeimbang dan penggerak di tengah komite yang akan penuh dinamika,” ujar Siti.

Pelantikan Komite Reformasi Polri oleh Presiden Prabowo pekan depan akan menjadi langkah awal yang sangat dinantikan dalam upaya membenahi institusi kepolisian agar lebih modern, humanis, dan profesional.

Kehadiran tokoh-tokoh senior seperti Mahfud Md menandakan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan reformasi kepolisian yang bukan hanya bersifat kosmetik, tetapi menyentuh akar persoalan secara sistematis.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional