Menu

Mode Gelap

Nasional · 8 Okt 2025 20:21 WITA

Menkes Budi: Data Kasus Keracunan Program MBG Akan Dibuka untuk Publik Lewat BGN


 Menkes Budi: Data Kasus Keracunan Program MBG Akan Dibuka untuk Publik Lewat BGN Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa data terkait dugaan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan segera dibuka untuk publik. Hal ini dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang ditunjuk untuk melakukan verifikasi dan publikasi data resmi.

“Sudah ada datanya, sudah kami share kepada BGN. Nanti yang mengeluarkan BGN,” kata Budi saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Menurut Budi, data tersebut dikumpulkan secara harian oleh jaringan Puskesmas di seluruh Indonesia, kemudian dihubungkan dengan laporan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di sekolah-sekolah.

“Sekarang tinggal dicocokkin SPPG-nya. Kami dapatnya dari puskesmas, kemudian sudah kita link ke sekolahnya karena kita screening SPPG-nya dan ini memang utamanya di BGN,” jelas Budi.

Mekanisme Akses Publik Sedang Disiapkan

Menkes menegaskan bahwa saat ini Kementerian Kesehatan dan BGN tengah menyiapkan mekanisme agar data bisa diakses publik secara transparan dan akuntabel.

READ  Mendikdasmen Abdul Mu’ti Siapkan Tim Khusus Cegah Bullying di Sekolah, Kasus Tangsel Jadi Sorotan

“Nanti, sama-sama kita atur biar bisa dibuka,” tegas Budi.

Hingga pertengahan September 2025, Kementerian Kesehatan mencatat sedikitnya 60 kasus keracunan makanan program MBG dengan total 5.207 penderita. Sementara itu, data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan 55 kasus dengan 5.320 penderita. Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah kasus tertinggi.

Kasus Keracunan Terus Terjadi, Siswa SMA di Lampung Tumbang

Kasus terbaru terjadi di SMA Negeri 1 Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, di mana 14 siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu rendang dan sayur toge dari program MBG pada Senin (6/10/2025).

Para siswa mengalami muntah, pusing, mual, dan sakit perut. Sebagian besar korban dilarikan ke RSUD Ahmad Yani Metro. Dua siswa telah diperbolehkan pulang pada Selasa (7/10), sementara 12 lainnya masih menjalani perawatan intensif.

Menanggapi insiden ini, Kejaksaan Negeri Lampung Tengah melalui Seksi Intelijen langsung meninjau lokasi, termasuk ke dapur SPPG Nunggalrejo yang merupakan penyedia makanan program MBG di sekolah tersebut.

READ  Kemendagri Soroti Lemahnya Komitmen 25 Pemda dalam Kendalikan Inflasi: "Seolah Hanya Mengandalkan Anugerah Tuhan"

“Kami ingin memastikan kondisi siswa membaik dan sebagian besar sudah diperbolehkan pulang,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Lampung Tengah, Alfa Dera.

Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Polsek Punggur, serta Pemkab Lampung Tengah akan memperketat pengawasan demi mencegah kasus serupa.

“Seluruh pihak harus memperhatikan standar kebersihan dan keamanan pangan agar tidak terjadi kejadian serupa. Ini bagian dari komitmen kami mendukung program strategis pemerintah,” ujar Alfa.

Presiden Prabowo Perintahkan Penguatan Sarana Dapur MBG

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kepala BGN, Dadan Hindayana, untuk memastikan seluruh dapur MBG dilengkapi dengan alat sterilisasi makanan, perangkat test kit, dan filter air bersih.

Perintah ini disampaikan dalam rapat terbatas yang digelar di kediaman pribadi Presiden di Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu malam (5/10).

“Presiden menegaskan bahwa minggu depan seluruh dapur MBG harus sudah dilengkapi dengan perangkat untuk mengecek kebersihan makanan, alat pencuci dan pengering higienis dengan air hangat, serta perangkat anti bakteri,” ungkap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

READ  Ratusan Siswa di Garut Keracunan Massal Diduga Usai Santap Paket MBG

Presiden juga menyoroti pentingnya memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa tidak hanya bergizi tetapi juga aman dari kontaminasi.

Evaluasi Menyeluruh Program MBG

Selain masalah keracunan, evaluasi menyeluruh terhadap program MBG menjadi bagian dari agenda rapat yang dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih, antara lain:

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

Menteri Investasi & Hilirisasi Rosan Roeslani

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Menristekdikti Brian Yuliarto

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

Kepala Bappenas Rachmat Pambudy

Plt. Menteri BUMN/COO Danantara Dony Oskaria

CIO Danantara Pandu Sjahrir

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani

Dirut PT Pindad Sigit P. Santosa

Menko Pangan Zulkifli Hasan

Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Kepala BGN Dadan Hindayana

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional