Menu

Mode Gelap

Nasional · 10 Okt 2025 23:27 WITA

Menag Nasaruddin Umar Beri Pesan Khusus untuk 100 Peserta AKMINAS 2025: “Kuatkan Konsentrasi dan Kontemplasi”


 Menag Nasaruddin Umar Beri Pesan Khusus untuk 100 Peserta AKMINAS 2025: “Kuatkan Konsentrasi dan Kontemplasi” Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Agama (Menag) RI, H. Nasaruddin Umar, memberikan pesan inspiratif kepada 100 peserta Akademi Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (AKMINAS) Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Menag menekankan pentingnya membangun kekuatan spiritual, logika, serta kemampuan konsentrasi dan kontemplasi sebagai bekal utama calon pemimpin masa depan bangsa.

AKMINAS 2025 diselenggarakan di Wisma Pamentas, Jakarta, dengan mengusung tema “Meneguhkan Keberagaman, Membangun Peradaban, untuk Indonesia Emas 2045.” Acara ini menjadi inisiatif perdana dari Kementerian Agama yang menghimpun 100 mahasiswa terbaik dari berbagai jenjang dan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) se-Indonesia.

“Jangan selalu larut dalam keadaan. Seorang pemimpin harus berani berbeda untuk sesuatu yang lebih baik. Berpikirlah konstruktif, karena di tangan kalian lah peradaban bangsa akan ditentukan,” ujar Menag dalam pidatonya, Jumat (10/10/2025).

Konsentrasi dan Kontemplasi: Kunci Kepemimpinan Bijak

READ  Mensos Gus Ipul: 1,9 Juta Penerima Bansos Tak Lagi Memenuhi Syarat, 600 Ribu Terindikasi Main Judol

Menag menyampaikan bahwa untuk mencapai kebenaran dan menjadi pemimpin yang bijak, generasi muda harus menempuh dua jalan utama: konsentrasi dan kontemplasi.

“Konsentrasi menekankan pada kekuatan pikiran dan analisis saat siang hari, sedangkan kontemplasi menekankan pada kedalaman rasa dan spiritual, terutama pada malam hari. Inilah yang dicontohkan cara Rasulullah dalam belajar dan mengambil keputusan,” jelas Menag.

Kontrol Diri dan Keseimbangan Emosi

Tak hanya bicara soal kecerdasan spiritual dan intelektual, Menag juga menekankan pentingnya pengendalian emosi dalam kepemimpinan.

“Kalian harus bisa memposisikan diri. Pahami kapan dan bagaimana memerankan diri di setiap kondisi. Jangan gampang terpancing dan fokuslah pada solusi,” tegasnya.

Menag mengingatkan bahwa pemimpin masa depan harus lebih mengandalkan logika ketimbang otot, terutama di era digital dan informasi yang cepat.

READ  Kemenag Raih Popular Government Institutions Award 2025 dari The Iconomics

Kunci Sukses: Literasi dan Ibadah Malam

Menag juga membagikan “kata kunci” sukses untuk menguasai masa depan: perbanyak literasi dan perkuat ibadah malam.

“Saya titipkan kata kunci sukses untuk menguasai masa depan, yaitu perbanyak literasi dan perkuat ibadah malam. Dalam Islam, kita bisa contohkan dengan memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, dan memaksimalkan kontemplasi pagi dengan tidak tidur setelah Subuh,” lanjutnya.

Melek Teknologi dan Bahasa Asing

Dalam era globalisasi, Menag menekankan pentingnya menguasai bahasa asing dan melek teknologi. Ia mendorong para mahasiswa untuk tidak takut mencoba dan terus belajar, meskipun belum sempurna.

“Tidak masalah jika Bahasa Inggrisnya masih belepotan. Yang terpenting adalah niat untuk terus belajar. Salah satu cara menguasai dunia adalah melalui bahasa,” ujarnya.

Selain itu, integritas juga menjadi sorotan penting.

READ  Miliano Jonathans Resmi WNI, Langkah Strategis Indonesia Menuju Piala Dunia

“Kemajuan teknologi harus dibarengi dengan integritas. Pastikan diri kalian bersih dari sanksi sosial, tidak ada catatan kriminal, dan apalagi catatan hitam di bank. Itu adalah kunci kredibilitas pemimpin masa depan,” tambah Menag.

Komitmen Berkelanjutan dan Doa Penutup

Menag Nasaruddin Umar memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan AKMINAS 2025 dan memastikan dukungan penuh untuk penyelenggaraan program ini di masa mendatang.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Menag. Dalam doanya, ia berharap seluruh peserta AKMINAS menjadi generasi emas yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara.

“Mari kita akhiri dengan doa, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kalian semua, para peserta AKMINAS, benar-benar menjadi generasi emas dan harapan bangsa yang membawa pencerahan dan ketentraman bagi Indonesia,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional