Menu

Mode Gelap

Nasional · 14 Okt 2025 16:51 WITA

Menhaj Gus Irfan Minta Pendampingan Kejagung untuk Pastikan Pelaksanaan Haji Transparan


 Menhaj Gus Irfan Minta Pendampingan Kejagung untuk Pastikan Pelaksanaan Haji Transparan Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan, menemui Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Selasa (14/10/2025). Dalam pertemuan tersebut, Gus Irfan membahas sejumlah agenda strategis, termasuk pendampingan hukum dalam pelaksanaan ibadah haji, proses peralihan aset antar kementerian, hingga seleksi pegawai Kementerian Haji dan Umrah.

“Presiden Prabowo berharap pelaksanaan haji di bawah Kementerian Haji dan Umrah harus bersih dan transparan. Karena itu, sejak awal kami meminta pendampingan dari Kejaksaan Agung, juga dari KPK, agar amanah Presiden bisa diwujudkan secara akuntabel,” ujar Gus Irfan.

Seleksi Pegawai Didampingi Kejaksaan

Gus Irfan mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan proses seleksi terhadap ratusan calon pegawai baru. Untuk memastikan integritas dan kredibilitas para calon, Kementerian Haji meminta bantuan Kejagung melakukan tracing dan tracking terhadap setiap nama yang akan direkrut.

READ  Jaksa Agung ST Burhanuddin Rotasi 17 Kepala Kejaksaan Tinggi di Seluruh Indonesia

“Kami meminta masukan terkait sekitar 300 hingga 400 orang yang akan masuk ke Kementerian Haji untuk di-tracing oleh Kejaksaan Agung. Tujuannya agar kami bisa memastikan bahwa mereka orang bersih dan layak bergabung,” tutur Gus Irfan.

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun birokrasi haji yang profesional dan bebas dari praktik korupsi.

Peralihan Aset dari Kemenag

Selain seleksi pegawai, pembahasan juga mencakup peralihan aset dari Kementerian Agama (Kemenag) ke Kementerian Haji dan Umrah. Menurut Gus Irfan, proses tersebut memerlukan pendampingan hukum agar tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.

“Kami minta pendampingan agar aset-aset yang akan kami terima nanti benar-benar bersih dan tidak bermasalah di masa depan,” jelasnya.

READ  KCIC Batalkan 8 Perjalanan Whoosh Pasca Gempa Bekasi, Penumpang Dapat Refund 100%

Meski sempat mengalami sejumlah kendala administratif, Gus Irfan optimistis proses transisi akan segera selesai.

“Sedikit agak sulit, tapi Insyaallah dalam waktu dekat akan segera clear semuanya. Ini hanya soal memastikan data-data agar akurat,” tambahnya.

Kejagung Siap Dampingi

Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan dukungan penuh terhadap langkah transparansi yang diambil oleh Kementerian Haji dan Umrah. Ia menegaskan Kejagung siap memberikan pendampingan hukum preventif untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan dan aset kementerian.

“Ini semua dalam rangka menjaga kebersihan. Bukan bersih-bersih kotoran, tapi membersihkan dari potensi perbuatan korupsi,” tegas Burhanuddin.

Burhanuddin juga menyinggung praktik korupsi yang sempat terjadi di Kementerian Agama pada masa lalu, dan berharap hal tersebut tidak terulang di kementerian baru ini.

READ  Pemerintah dan DPR Sepakati Biaya Haji 2026 Sebesar Rp54,19 Juta per Jamaah, Turun Rp2 Juta dari Tahun Lalu

“Kita mau pindah, tapi jangan sampai penyakitnya ikut pindah. Saya harapkan Kementerian Haji ini bekerja dengan pola baru, orang-orang baru yang kredibel dan tepat di tempatnya,” ujarnya.

Komitmen Bersama Wujudkan Haji Bersih

Langkah sinergi antara Kementerian Haji dan Kejaksaan Agung ini dinilai penting untuk memastikan seluruh proses birokrasi di bidang haji berjalan transparan, profesional, dan bebas dari penyimpangan.

Gus Irfan menambahkan, kerja sama lintas lembaga tersebut sejalan dengan amanah Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya tata kelola haji yang bersih dan berintegritas.

“Pelaksanaan haji bukan hanya soal ibadah, tapi juga soal tanggung jawab negara terhadap jutaan jamaah. Karena itu, semua harus dilakukan dengan integritas dan pengawasan,” pungkas Gus Irfan.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional