Menu

Mode Gelap

Nasional · 30 Okt 2025 15:32 WITA

Menko Airlangga: Indonesia Lanjutkan Negosiasi Tarif Dagang dengan AS, Targetkan Kesepakatan Seperti Malaysia


 Menko Airlangga: Indonesia Lanjutkan Negosiasi Tarif Dagang dengan AS, Targetkan Kesepakatan Seperti Malaysia Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Pemerintah Indonesia akan melanjutkan negosiasi tarif dagang dengan Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Indonesia menargetkan hasil negosiasi yang sepadan dengan kesepakatan yang sebelumnya diperoleh Malaysia.

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Rabu (29/10/2025), sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Kamis (30/10/2025).

“Indonesia akan melanjutkan negosiasi tarif dengan Amerika Serikat setelah penyelenggaraan KTT APEC akhir bulan ini, terutama terkait aspek legal drafting yang masih harus dibahas dengan pihak AS,” ujar Airlangga.

Ia menambahkan, pemerintah berharap dapat memperoleh kesepakatan tarif nol persen untuk sejumlah komoditas strategis Indonesia, seperti kelapa sawit, kakao, dan karet, yang tidak dapat diproduksi di Amerika Serikat.

“Kita sudah bicarakan untuk produk-produk yang Amerika tidak bisa produksi seperti kelapa sawit, kakao, dan karet, itu seluruhnya diberikan tarif nol persen. Kita juga meminta perlakuan serupa untuk komoditas yang menjadi bagian rantai pasok industri kesehatan,” pungkasnya.

READ  MK Wajibkan Polisi yang Isi Jabatan Sipil Mundur, Menhut Raja Juli Antoni: Kehadiran Polri di Kemenhut Sangat Membantu

Ekonomi Indonesia Tunjukkan Ketahanan dan Tren Positif

Selain membahas isu perdagangan, Menko Airlangga juga menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilai masih solid dan menunjukkan daya tahan kuat di tengah dinamika global.

“Relatif perekonomian dari berbagai indeks angkanya cukup baik. Beberapa indikator terkait konsumsi juga masih positif—misalnya indeks konsumen masih di atas 100 sampai 115, ritel tumbuh 5,8%, dan PMI berada di level 50,4,” jelasnya.

Dari sisi investasi, realisasi investasi nasional hingga triwulan ketiga 2025 telah mencapai Rp1.434,3 triliun. Selain itu, Mandiri Spending Index tercatat naik hingga 297 menjelang akhir tahun, sejalan dengan peningkatan kinerja perbankan dan kapasitas industri.

READ  Indonesia Jadi Negara Pertama Capai Kesepakatan Tarif Baru dengan AS, Tarif Impor Turun Jadi 19 Persen

“Kegiatan produksi juga meningkat, terlihat dari kenaikan utilisasi kapasitas industri yang menandakan roda ekonomi terus bergerak,” kata Airlangga.

Program Unggulan dan Regulasi Pendukung 2026–2027

Menko Airlangga mengungkapkan, pemerintah tengah menyiapkan program unggulan lintas sektor yang akan dilanjutkan pada 2026 dengan dukungan berbagai regulasi baru.

“Regulasi pendukung sudah disiapkan, seperti perpanjangan PPh final untuk UMKM hingga 2027, PPh 21 untuk sektor pariwisata dan industri padat karya, serta PPN DTP untuk sektor perumahan. Pemerintah juga memberikan insentif berupa diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,” jelasnya.

Presiden Prabowo, lanjut Airlangga, memberikan perhatian khusus terhadap sektor pertanian, kelautan, dan perikanan, terutama pada program hilirisasi dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam.

“Bapak Presiden juga mendengarkan paparan program di berbagai sektor, termasuk hilirisasi pertanian, revitalisasi tambak pantura seluas 20 ribu hektare, pengembangan tambak udang terintegrasi di Nusa Tenggara Timur, modernisasi kapal, serta program Makan Bergizi Gratis,” paparnya.

READ  Kemenko PM Dorong UMKM Naik Kelas, Manfaatkan Gedung Pemerintah untuk Ruang Usaha

Seluruh kementerian teknis, kata Airlangga, telah menyiapkan laporan dan jadwal implementasi program-program unggulan tersebut, yang akan terus dipantau pelaksanaannya hingga akhir 2025.

“Hampir seluruh kementerian berbicara tentang program prioritas Presiden, dan semua akan dimonitor hingga akhir tahun ini,” ujarnya.

Menuju Perdagangan dan Pertumbuhan yang Berkelanjutan

Dengan berlanjutnya negosiasi dagang dengan AS dan penguatan program ekonomi domestik, pemerintah optimistis dapat meningkatkan ekspor, memperluas investasi, serta menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Kita ingin agar hasil negosiasi dan program ekonomi ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat, memperkuat daya saing, serta membuka lebih banyak lapangan kerja,” tutup Airlangga.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional