Menu

Mode Gelap

Nasional · 31 Okt 2025 21:20 WITA

Menag Nasaruddin Umar Terima Kunjungan Menteri Wakaf Suriah di Masjid Istiqlal, Bahas Kaderisasi Ulama dan Penguatan Wakaf


 Menag Nasaruddin Umar Terima Kunjungan Menteri Wakaf Suriah di Masjid Istiqlal, Bahas Kaderisasi Ulama dan Penguatan Wakaf Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menerima kunjungan kehormatan Menteri Wakaf Suriah, Syaikh Muhammad Abu Khoiri Syukri, beserta rombongan ulama Syam di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Jumat (31/10).

Pertemuan tersebut membahas upaya penguatan pendidikan kader ulama serta kerja sama di bidang wakaf dan pemberdayaan ekonomi umat antara Indonesia dan Suriah.

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menegaskan pentingnya kesinambungan kader ulama di Indonesia yang memiliki sanad keilmuan kuat dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Indonesia membutuhkan kesinambungan kader ulama. Tradisi keilmuan Syam adalah rujukan Islam dunia, dan hubungan ulama Nusantara dengan Syam telah terjalin sejak lama,” ujar Menag di Jakarta.

Menag menjelaskan bahwa Masjid Istiqlal kini menjadi pusat pembinaan kader ulama dan telah menjalankan program pendidikan sejak masa pandemi Covid-19, menyusul wafatnya lebih dari 800 ulama Indonesia pada periode tersebut.

READ  19 Mahasiswa PKUMI Dilepas ke Amerika, Dua Diantaranya ke Harvard dan UC Riverside

“Kita ingin memperkuat sanad keilmuan dan spiritualitas dengan menciptakan ulama baru yang relevan untuk zaman modern,” tambahnya.

Suriah Apresiasi Indonesia sebagai Negara Damai dan Toleran

Sementara itu, Menteri Wakaf Suriah Syaikh Muhammad Abu Khoiri Syukri menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari Kementerian Agama dan masyarakat Indonesia. Ia menilai Indonesia sebagai contoh negara Muslim yang mampu menjaga kedamaian, keberagaman, dan persatuan umat.

“Indonesia dikenal dengan akhlak. Suriah dikenal dengan kedalaman ilmu. Bila akhlak dan ilmu bertemu, dunia Islam akan mendapat manfaat besar,” ujarnya.

Menurut Syaikh Abu Khoiri, Suriah saat ini memasuki fase pembangunan kembali pasca konflik panjang dan tengah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai negara, termasuk Indonesia, di bidang pendidikan Islam, riset keilmuan, dan penguatan ekonomi umat.

Ia juga menekankan pentingnya ta’awun (kolaborasi dalam kebaikan) antarnegara Muslim untuk memperkuat sinergi dalam pendidikan agama, bahasa Arab, dan pengkaderan ulama.

READ  IAIN Ponorogo Resmi Beralih Status Jadi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Menag Nasaruddin Umar: Bukan Hanya Akademik, Tapi Juga Dakwah

“Kita harus terus berkomunikasi dan menjalin kerja sama dalam kebaikan antara kedua negara sebagai sesama negara Muslim, untuk menciptakan negara yang aman, tenteram, serta adil dan makmur,” jelasnya.

Ilmu dan Akhlak sebagai Fondasi Ulama Sejati

Dalam kesempatan yang sama, salah satu ulama Suriah, Muhammad Rajab Dieb, menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan tazkiyatun nafs (pembinaan akhlak) sebagai dasar pembentukan ulama sejati.

“Ulama bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga pembawa cahaya dan teladan. Dengan begitu, ketika kita menyampaikan kebaikan agama, akan mudah didengarkan,” tegasnya.

Sembilan Prioritas Kolaborasi Indonesia–Suriah

Menag Nasaruddin kemudian memaparkan sembilan prioritas kolaborasi strategis yang akan dijajaki antara Indonesia dan Suriah, yaitu:

1. Pengiriman mahasiswa Indonesia ke Suriah dan sebaliknya;

READ  Menag Nasaruddin Umar Ingatkan ASN Kemenag Jaga Sinergitas dan Akhlak Mulia

2. Pengiriman pengajar bahasa Arab dari Suriah ke Indonesia;

3. Pertukaran pendaftaran perguruan tinggi kedua negara;

4. Pertukaran dosen dua arah;

5. Kolaborasi riset di bidang keagamaan dan sains;

6. Penguatan zakat dan wakaf produktif untuk pemberdayaan ekonomi umat;

7. Program pemberdayaan perempuan berbasis pendidikan Islam;

8. Pengkajian isu fikih kontemporer;

9. Penyusunan Deklarasi Kemitraan Pendidikan dan Peradaban Islam Indonesia–Suriah untuk generasi muda.

“Dengan ini, kami, baik dari Kemenag maupun Istiqlal, siap menindaklanjuti kerja sama yang bisa dilakukan antara kedua belah pihak,” ujar Menag.

Diplomasi Keagamaan sebagai Jembatan Perdamaian

Menag juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat diplomasi keagamaan sebagai jembatan perdamaian dan peradaban global.

“Semoga sinergi ini membawa keberkahan bagi umat Islam di seluruh dunia,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

WW Foundation Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H

26 Mei 2026 - 21:44 WITA

Willem Wandik: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Jadi Energi Baru Pembangunan Papua Pegunungan

20 Mei 2026 - 12:52 WITA

Trending di Nasional