Menu

Mode Gelap

News · 31 Okt 2025 22:50 WITA

Harga Pupuk Bersubsidi Turun 20 Persen, Ribuan Petani Langsung Tebus di Kios


 Harga Pupuk Bersubsidi Turun 20 Persen, Ribuan Petani Langsung Tebus di Kios Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Kementerian Pertanian (Kementan) resmi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen. Usai ditetapkan pekan lalu, ribuan petani dilaporkan langsung menebus pupuk di kios-kios di berbagai daerah.

Sekretaris Jenderal Kementan, Ali Jamil, menyatakan penurunan HET pupuk subsidi sejalan dengan perbaikan tata kelola distribusi pupuk yang kini lebih sederhana, transparan, dan efisien. Sebelumnya, pemerintah juga memangkas 145 aturan terkait distribusi pupuk subsidi.

“Dulu tata kelola pupuk terlalu birokratis, sekarang lebih sederhana, transparan, dan efisien. Harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi turun hingga 20 persen, dan distribusinya langsung ke titik serah di tingkat petani,” ujar Ali, dikutip dari keterangan resmi.

READ  KPI Ingatkan Lembaga Penyiaran, Penggunaan AI Tak Boleh Kaburkan Fakta

Respons Positif Petani

Direktur Pupuk, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Jekvy Hendra, mengatakan penurunan HET pupuk subsidi langsung direspons positif oleh petani.

“Sejak penurunan harga diumumkan pada 22 Oktober, penebusan pupuk melonjak hingga 72–78 ribu petani per hari. Ini menandakan kepercayaan petani kembali tumbuh,” jelasnya.

PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan stok pupuk subsidi cukup. Per 26 Oktober 2025, jumlahnya mencapai 1,07 juta ton, atau bisa memenuhi kebutuhan 43 hari ke depan.

Sejarah Baru bagi Pertanian Indonesia

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kebijakan penurunan harga pupuk merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang ingin meringankan beban petani.

READ  Presiden Prabowo Sesalkan OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, Mensesneg: Korupsi Sudah Stadium 4

“Itu kan perintah Presiden. Presiden sayang petani, makanya harga pupuk diturunkan,” ucap Mentan Amran, Rabu (29/10/2025).

Menurut Amran, penurunan harga 20 persen merupakan tonggak sejarah baru bagi pertanian Indonesia. Ia menambahkan, pemerintah juga berencana membangun tujuh pabrik pupuk baru, dan lima di antaranya akan diresmikan Presiden sebelum 2029.

Kepala Staf Kepresidenan Apresiasi Langsung

Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menyampaikan apresiasi setelah melihat langsung kebahagiaan petani di lapangan.

“Selain menghadiri panen kedelai, saya diajak mendadak oleh Pak Menteri Amran melihat kondisi kios pupuk. Ini benar-benar impromptu, spontan. Dan ternyata hari ini terbukti harga turun di sini 20 persen,” kata Qodari.

READ  Jaksa Agung ST Burhanuddin Lantik 17 Kajati dan 20 Pejabat Eselon II, Tekankan Integritas dan Pemberantasan Korupsi

Ia menekankan, kebijakan penurunan harga yang diputuskan di Jakarta beberapa hari lalu telah diimplementasikan dengan baik di lapangan, termasuk di Kotabumi, Lampung.

“Keputusan dibuat di Jakarta, implementasinya baru beberapa hari, tapi di Kotabumi sudah tereksekusi dengan baik. Kita tanya kepada distributor dan petani, turun harga pupuknya. Ini betul real di petani,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News