Menu

Mode Gelap

Nasional · 4 Nov 2025 14:49 WITA

Indonesia Jadi Negara Pertama Capai Kesepakatan Tarif Baru dengan AS, Tarif Impor Turun Jadi 19 Persen


 Indonesia Jadi Negara Pertama Capai Kesepakatan Tarif Baru dengan AS, Tarif Impor Turun Jadi 19 Persen Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Indonesia resmi menjadi salah satu negara pertama yang mencapai kesepakatan tarif baru dengan Amerika Serikat (AS) setelah pengumuman resmi Presiden AS pada 7 Juli 2025. Dalam kesepakatan tersebut, tarif impor terhadap sejumlah produk asal Indonesia diturunkan signifikan menjadi 19 persen dari sebelumnya 32 persen.

Saat ini, seluruh aspek legal drafting tengah disusun secara hati-hati untuk memastikan setiap klausul sesuai dengan regulasi nasional dan komitmen internasional yang berlaku. Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi yang hati-hati, terukur, dan berpihak pada kepentingan nasional.

> “Pemerintah berkomitmen agar setiap kesepakatan ekonomi membawa manfaat langsung bagi masyarakat, memperkuat struktur industri nasional, dan menjaga posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang mandiri dan netral di tengah dinamika geopolitik global,” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, dalam keterangan tertulis, Selasa (4/11/2025).

READ  Presiden Prabowo: Persaingan Harus Bersifat Konstruktif, Bukan Merusak Stabilitas Kawasan

Negosiasi lanjutan dengan AS dijadwalkan akan berlangsung setelah pelaksanaan KTT APEC pada akhir November 2025, guna merampungkan rincian lanjutan dari kerja sama tarif dan perdagangan bilateral tersebut.

Produk Unggulan Disiapkan Menuju Tarif Nol Persen

Negosiasi yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan agar sejumlah produk unggulan nasional dapat memperoleh tarif nol persen.

“Produk yang tidak dapat diproduksi oleh Amerika Serikat seperti kelapa sawit, kakao, dan karet memiliki peluang besar untuk mendapat tarif 0 persen,” jelas Airlangga.

Selain komoditas pertanian, Indonesia juga mendorong adanya perlakuan khusus untuk produk rantai pasok industri kesehatan serta pembahasan mendalam mengenai hambatan non-tarif (non-tariff barriers). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global dan memperluas akses pasar ekspor nasional.

READ  Prabowo Minta Risiko Tarif Global Baru AS Dikaji, Pemerintah Siapkan Skenario

Diplomasi Ekonomi: Fair and Square Trade

Dalam pernyataannya, Haryo Limanseto menegaskan bahwa seluruh proses perundingan perdagangan internasional dilakukan dengan mengutamakan kepentingan nasional.

“Pendekatan diplomasi ekonomi Indonesia dijalankan dengan prinsip fair and square trade, yakni perdagangan yang adil dan berimbang. Sebagai negara berdaulat, Indonesia menjalankan diplomasi ekonomi yang bebas dan aktif,” tegasnya.

Dengan strategi tersebut, Indonesia diharapkan semakin diperhitungkan sebagai mitra dagang strategis yang stabil, kredibel, dan berdaya saing di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah.

Kesepakatan tarif baru ini juga menjadi bukti konkret bahwa Indonesia mampu memainkan peran penting dalam percaturan perdagangan internasional, sekaligus menjaga keseimbangan hubungan bilateral yang saling menguntungkan antara dua ekonomi besar dunia — Indonesia dan Amerika Serikat.

READ  Indonesia Sambut Gencatan Senjata AS–Iran, Tekankan Perlindungan WNI di Selat Hormuz
Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional