Menu

Mode Gelap

Nasional · 5 Nov 2025 23:21 WITA

Kapolri Instruksikan Seluruh Jajaran Siaga Penuh Hadapi Potensi Bencana di Musim Hujan


 Kapolri Instruksikan Seluruh Jajaran Siaga Penuh Hadapi Potensi Bencana di Musim Hujan Perbesar

SOALINDONESIA–DEPOK Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan seluruh jajarannya harus siaga penuh menghadapi potensi bencana alam yang meningkat seiring datangnya musim hujan.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat memimpin apel kesiapan tanggap darurat bencana di Lapangan Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Rabu (5/11/2025).

“Polri berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta rasa aman bagi masyarakat,” ujar Listyo kepada wartawan usai apel.

Apel Serentak di Seluruh Indonesia

Apel tanggap bencana ini digelar serentak di seluruh Indonesia, melibatkan 155.938 personel gabungan, termasuk 2.915 personel yang mengikuti apel utama di Mako Brimob Polri.

READ  Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Banyuwangi, Tak Berpotensi Tsunami

Listyo menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapan nyata Polri dalam menghadapi berbagai potensi bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, maupun bencana hidrometeorologi lainnya.

“Apel ini juga bertujuan memperkuat sinergi lintas sektoral dalam merespons keadaan darurat, serta mempersiapkan personel dan sarana prasarana guna memitigasi potensi bencana dan meminimalisir kerugian,” jelasnya.

BMKG: 43,8 Persen Wilayah Sudah Masuki Musim Hujan

Mengacu pada laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Puncak curah hujan diperkirakan terjadi mulai November 2025 hingga Januari 2026.

READ  Prabowo Minta Penanganan Korban Ledakan SMAN 72 Jadi Prioritas, Mensesneg: Presiden Sangat Prihatin

Selain itu, fenomena La Nina kategori lemah juga diprediksi mulai muncul pada bulan ini dan dapat berlangsung hingga Februari 2026, sehingga meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah.

Polri Siapkan Dapur Lapangan dan Fasilitas Air Bersih

Untuk mendukung operasi kemanusiaan dan tanggap darurat, Polri telah menyiapkan 125 dapur lapangan, 77 unit alat pengolah air bersih, serta 23 unit watergen yang ditempatkan di wilayah-wilayah rawan bencana.

“Seluruh peralatan dan personel sudah kami siapkan agar bisa segera diterjunkan ketika terjadi bencana. Polri akan selalu hadir di tengah masyarakat,” ujar Kapolri.

READ  Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara — Tidak Berpotensi Tsunami

Ajak Masyarakat Waspada dan Berkolaborasi

Jenderal Listyo juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat bencana.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat maupun daerah dalam menghadapi situasi tanggap darurat bencana,” tegasnya.

Kapolri berharap kesiapan lintas sektor ini dapat mempercepat respon terhadap bencana dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional