Menu

Mode Gelap

Nasional · 15 Nov 2025 04:45 WITA

Menhan Sjafrie: Presiden Prabowo Siap Kerahkan 20.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza, Fokus Kesehatan dan Konstruksi


 Menhan Sjafrie: Presiden Prabowo Siap Kerahkan 20.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza, Fokus Kesehatan dan Konstruksi Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan hingga 20.000 prajurit untuk misi penjaga perdamaian di Gaza, Palestina. Kesiapan itu, menurut Sjafrie, merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung stabilitas kawasan serta memperkuat kontribusi aktif terhadap misi kemanusiaan global.

“Presiden Prabowo menyiapkan pasukan cukup besar. Di tengah pembangunan kekuatan pertahanan dalam negeri yang juga terus ditingkatkan, beliau tetap memikirkan kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia,” ujar Sjafrie di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Sjafrie menyebut, 20.000 prajurit itu akan diproyeksikan pada dua spesialisasi utama: kesehatan dan konstruksi, yang menjadi kebutuhan mendesak dalam pemulihan Gaza pascakonflik berkepanjangan.

Dua Jalur Diplomatik Pengiriman Pasukan

Menurut Sjafrie, terdapat dua opsi diplomatik untuk mengirimkan pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza:

READ  Analisis: Anggaran IKN Turun Tajam, Target Rampung 2028 Tetap Dikejar

1. Di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Pengiriman pasukan penjaga perdamaian harus mendapat persetujuan Dewan Keamanan PBB atau mandat khusus dari Majelis Umum.

2. Melalui kesepakatan organisasi internasional

Opsi ini diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan memungkinkan pembentukan koalisi internasional khusus untuk stabilisasi Gaza.

Kedua opsi tersebut, kata Sjafrie, memerlukan proses diplomasi panjang. “Ini membutuhkan pembicaraan intens yang tidak selesai dalam waktu singkat. Tapi kita berharap ada kesepakatan kolektif,” ujar Sjafrie.

Indonesia Harap Dukungan Negara-Negara Arab

Indonesia, lanjut Sjafrie, membutuhkan sinyal dukungan dari negara-negara yang memiliki peran strategis di Timur Tengah.

“Lima negara Arab yang sangat penting: Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Jika mereka menyatakan dukungan, Indonesia siap melibatkan pasukan,” ucapnya.

READ  Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kemendag Sukses Jaga Stabilitas Harga dan Perkuat Industri Dalam Negeri

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan Israel tetap menjadi bagian dari mekanisme diplomasi, mengingat posisi Israel sebagai aktor kunci dalam dinamika keamanan Gaza.

Pernyataan Prabowo di PBB: Indonesia Siap Kirim Pasukan ke Gaza hingga Ukraina

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menyampaikan secara terbuka komitmen Indonesia terhadap misi perdamaian global dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB ke-80, di New York, 23 September 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan Indonesia siap mengirim 20.000 atau lebih personel ke wilayah-wilayah konflik dunia, termasuk Gaza, Ukraina, Sudan, dan Libya.

“Jika Dewan Keamanan dan Majelis Umum memutuskan, Indonesia siap mengirim putra-putri kami untuk menjaga perdamaian di mana pun dibutuhkan,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan melalui kanal resmi Sekretariat Presiden.

READ  Gerak Cepat: Bantuan Presiden untuk Sumbar Tembus Wilayah Terisolir, Alat Berat dan Helikopter Dikerahkan

Indonesia, Kontributor Besar Pasukan Perdamaian PBB

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia selama ini menjadi salah satu kontributor terbesar bagi pasukan perdamaian PBB. Komitmen tersebut bukan sekadar retorika, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata melalui pengerahan personel, dukungan logistik, hingga kesiapan membantu pendanaan misi.

“Kami percaya pada PBB. Kami tidak hanya menyumbangkan personel, tapi juga siap memberikan dukungan keuangan demi menjalankan misi besar perdamaian dunia,” tegas Prabowo dalam pidatonya.

Langkah Indonesia ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo berupaya meningkatkan peran global negara, sekaligus menunjukkan komitmen solidaritas kemanusiaan terutama bagi masyarakat Gaza yang masih berada dalam situasi tidak stabil.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional