Menu

Mode Gelap

Nasional · 18 Nov 2025 20:04 WITA

Pemerintah Matangkan Program SMK Go Global, Siapkan Lulusan SMK Bekerja di Luar Negeri


 Pemerintah Matangkan Program SMK Go Global, Siapkan Lulusan SMK Bekerja di Luar Negeri Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Pemerintah terus mempercepat persiapan program SMK Go Global, sebuah terobosan untuk membuka peluang kerja internasional bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program yang digagas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) bersama Kemenko Pemberdayaan Masyarakat ini kini memasuki tahap pematangan.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, mengatakan bahwa pihaknya tengah memperkuat kurikulum dan standardisasi kompetensi agar tenaga kerja Indonesia yang dikirim ke luar negeri benar-benar siap bekerja sesuai kebutuhan industri global.

“Lulusan SMK yang masuk program ini akan disalurkan bekerja di luar negeri sesuai keahlian. Mereka dibekali bahasa, keterampilan kerja, hingga pengelolaan keuangan,” ujar Mukhtarudin di Kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Selasa (18/11).

READ  Menko AHY Berduka atas 54 Korban Tewas di Ponpes Al-Khoziny, Ingatkan Pentingnya Standar Bangunan

Bekal keahlian dan literasi keuangan

Menurut Mukhtarudin, pembekalan literasi keuangan menjadi poin penting dalam program ini. Gaji pekerja migran yang bisa mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta per bulan harus dikelola dengan bijak agar tidak habis untuk kebutuhan konsumtif.

“Kalau gaji sebesar itu dipakai hanya untuk gaya hidup, tentu akan habis. Jadi mereka perlu pengetahuan tentang cara mengelola uang agar hasil kerja bisa memberikan manfaat jangka panjang,” jelasnya.

Selain kemampuan teknis dan bahasa, peserta juga mendapat penguatan literasi digital untuk mendukung adaptasi di lingkungan kerja modern.

READ  Gus Ipul Pastikan Lulusan Sekolah Rakyat Dapat Beasiswa dan Jaminan Kerja: "Bansos Sementara, Berdaya Selamanya"

Tak wajib pulang, tapi pemerintah siap fasilitasi

Mukhtarudin menegaskan bahwa para pekerja yang menempuh jalur SMK Go Global tidak dibebani kewajiban kembali ke Indonesia dalam waktu tertentu. Namun apabila suatu saat memutuskan kembali dan ingin membuka usaha, pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas pendampingan.

“Kami sudah bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan KemenKop-UKM. Jadi ketika mereka pulang dan ingin membuka usaha, kami bisa bantu. Ini sekaligus memastikan mereka tidak kembali menjadi pengangguran,” katanya.

Dukungan berkelanjutan untuk pekerja migran

Melalui kerja sama lintas kementerian, pemerintah ingin memastikan perlindungan bagi pekerja migran sejak sebelum berangkat, saat bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke Tanah Air. Mukhtarudin menegaskan bahwa pembinaan pascareintegrasi sama pentingnya dengan proses penempatan.

READ  Mulai Tahun Depan, Pemerintah Bayar 70 Persen Kompensasi Energi Setiap Bulan: Pertamina dan PLN Diuntungkan

“Kami tidak hanya fokus menempatkan tenaga kerja di luar negeri, tetapi juga merancang masa depan mereka ketika pulang. Jangan sampai mereka kembali tanpa arah,” tuturnya.

Program SMK Go Global diharapkan menjadi pintu baru bagi peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia serta menekan angka pengangguran lulusan SMK melalui peluang kerja internasional yang lebih luas.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional