Menu

Mode Gelap

Nasional · 23 Nov 2025 21:37 WITA

Mentan Ungkap 250 Ton Beras Impor Ilegal Masuk Lewat Pelabuhan Sabang: “Sudah Direncanakan Sejak Awal”


 Mentan Ungkap 250 Ton Beras Impor Ilegal Masuk Lewat Pelabuhan Sabang: “Sudah Direncanakan Sejak Awal” Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan 250 ton beras impor ilegal yang masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Sabang, Aceh. Temuan ini disebut bertentangan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa impor beras tidak diperlukan karena stok nasional berada pada posisi tertinggi.

Amran menerima laporan mengenai beras ilegal tersebut pada Minggu (23/11/2025) sekitar pukul 02.00 dini hari, saat ia sedang menjalani perawatan karena kelelahan. Meski dalam kondisi terbatas, ia langsung menghubungi sejumlah pejabat untuk menghentikan distribusi beras itu.

“Kami terima laporan tadi sekitar jam 02.00 bahwasanya ada beras masuk di Sabang. Itu 250 ton tanpa izin dari pusat, tanpa persetujuan pusat. Tadi langsung kami telepon Kapolda, kemudian Kabareskrim, kemudian Pak Pangdam, langsung disegel ini berasnya. Nah, enggak boleh keluar,” ujar Amran dalam konferensi pers.

READ  OJK: Perbankan Nasional Tetap Stabil, Optimisme Meningkat Seiring Meredanya Ketegangan Global

Masuk Tanpa Persetujuan Pusat

Berdasarkan penyelidikan awal, beras impor tersebut diduga kuat masuk tanpa persetujuan dari kementerian terkait. Amran menyebut ada pihak yang sebelumnya mendorong diadakannya rapat membahas impor di Jakarta, namun risalah rapat justru menunjukkan penolakan dari pejabat teknis yang hadir.

“Kami tanya Dirjen, kami tanya Deputi Bappenas, apakah Anda menyetujui? Ternyata dalam risalahnya menolak, tapi tetap dilakukan,” kata Amran.

Proses Impor Diduga Telah Direncanakan Sejak Awal

Mentan juga mengungkap bahwa izin asal barang dari Thailand telah terbit sebelum rapat dilaksanakan. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa proses impor sudah dirancang sejak awal, meski tidak mendapat persetujuan resmi.

READ  Indonesia dan Arab Saudi Tandatangani MoU Kerja Sama Haji 2026, Kuota Haji Indonesia 221.000 Jemaah

“Berarti ini sudah direncanakan, memang sudah direncanakan,” tegasnya.

Amran menilai alasan impor karena harga beras Thailand dan Vietnam lebih murah sudah tidak relevan. Dua tahun terakhir Indonesia telah mengimpor lebih dari 7 juta ton pangan dengan nilai mencapai sekitar Rp 100 triliun, sementara stok beras nasional kini berada pada titik tertinggi.

“Bahkan diperkirakan akhir tahun itu adalah stok tertinggi,” ujarnya.

Dugaan Beras Ilegal Juga Masuk dari Batam

Selain temuan di Sabang, Amran menyebut adanya laporan dugaan beras impor ilegal yang masuk melalui Batam. Namun informasi ini masih menunggu verifikasi lebih lanjut.

READ  Warga Pati Galang Donasi Rp148 Juta untuk Demo ke KPK, Desak Bupati Sudewo Jadi Tersangka

“Kami sementara baru telepon Kapoldanya, juga di Batam ada yang masuk, tetapi itu belum bisa dipastikan. Tapi yang pasti adalah dari Sabang, Aceh,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional