Menu

Mode Gelap

Nasional · 30 Nov 2025 15:53 WITA

Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Tetap Solid Memasuki Tahun Kedua Pemerintahan Presiden Prabowo


 Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Tetap Solid Memasuki Tahun Kedua Pemerintahan Presiden Prabowo Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat memasuki tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu ia sampaikan dalam Closed-Door Dialogue: C-Suite Forum, bagian dari rangkaian Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025, yang digelar di Jakarta pada Minggu (30/11/2025).

“Pemerintahan sudah berjalan satu tahun, dan alhamdulillah perekonomian masih dalam situasi yang baik-baik saja. Pertumbuhan ekonomi kita 5 persen sudah tujuh tahun, artinya Indonesia tumbuh 35 persen dalam tujuh tahun di tengah ketidakpastian global dan berbagai krisis yang sudah kita lalui, termasuk perang tarif,” ujar Menko Airlangga.

Ketahanan Ekonomi Terjaga di Tengah Tekanan Global

CIFP 2025 yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bersama UOB Indonesia, mengangkat tema “Indonesia’s Economic Craft: Challenges, Opportunities, and Strategies in a Changing World.” Forum prestisius ini mempertemukan para pemimpin bisnis, ekonom, dan diplomat untuk membahas dunia usaha dan prospek ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang terus meningkat.

READ  Menag Nasaruddin Umar Tekankan Pentingnya Kurikulum Berbasis Cinta di PTKIN

Menko Airlangga menjelaskan bahwa tekanan ekonomi global sepanjang 2025 telah banyak diantisipasi dengan berbagai kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa stabilitas makro tetap terjaga, tercermin dari:

meningkatnya kepercayaan konsumen,

PMI manufaktur yang masih berada pada level ekspansif,

penguatan pasar keuangan,

nilai tukar dan inflasi yang terkendali,

realisasi investasi yang telah menembus Rp 1.400 triliun, dengan target Rp 1.900 triliun hingga akhir tahun.

“Berbagai faktor ketidakpastian itu sudah priced-in di tahun ini. Headwind yang berat sudah kita lewati. Karena itu outlook 2026 lebih optimistis, dan kita berharap pertumbuhan di atas 5,4 persen. Tidak ada risiko yang seberat perang Ukraina, Gaza, COVID-19, maupun perang tarif, semuanya sudah dilampaui Indonesia,” tegasnya.

READ  Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

Penguatan Diplomasi Ekonomi

Dalam sesi dialog bersama para CEO dan perwakilan industri, Menko Airlangga membahas sejumlah capaian dan langkah strategis diplomasi ekonomi Indonesia.

Ia memaparkan perkembangan terbaru sejumlah kerja sama dan keanggotaan internasional, antara lainnya.

kesepakatan tarif 19 persen dengan Amerika Serikat,

proses aksesi Indonesia menuju CPTPP,

keanggotaan penuh Indonesia dalam BRICS+,

kemajuan signifikan dalam proses aksesi OECD.

Selain itu, pemerintah juga mendorong transformasi digital melalui:

ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA),

perluasan Local Currency Transactions (LCT),

interoperabilitas QRIS lintas negara.

Komitmen Reformasi Struktural dan Energi Hijau

Menko Airlangga menegaskan pentingnya percepatan reformasi struktural untuk mendukung iklim investasi dan memperkuat daya saing. Pemerintah telah menerapkan service level agreement dalam proses perizinan dan terus memperkuat Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) guna menyelesaikan bottleneck lintas kementerian.

READ  Prabowo Turunkan Harga Pupuk Subsidi 20 Persen, Antisipasi Gejolak Global

Pada sektor energi, pemerintah memberi perhatian khusus terhadap agenda energi hijau melalui:

pengembangan Green Super Grid,

implementasi Carbon Capture and Storage (CCS/CCUS),

dan perluasan PLTS berbasis desa.

Diskusi berlangsung dinamis dengan sejumlah masukan dari para pelaku usaha, mulai dari penguatan pasar keuangan, percepatan deregulasi, hingga kebutuhan kepastian hukum dalam transisi energi.

Arah Kebijakan 2026 Lebih Optimistis

Di penghujung sesi, Menko Airlangga memastikan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor serta menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa agenda transformasi ekonomi akan terus dipercepat untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi dunia usaha dan masyarakat.

“Pemerintah akan terus mendorong reformasi kebijakan agar Indonesia semakin kompetitif dan mampu menghadapi perubahan global,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

WW Foundation Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H

26 Mei 2026 - 21:44 WITA

Willem Wandik: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Jadi Energi Baru Pembangunan Papua Pegunungan

20 Mei 2026 - 12:52 WITA

Trending di Nasional