SOALINDONESIA–JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan bantuan logistik dan peralatan menggunakan helikopter serta pesawat ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sabtu (29/11/2025). Pengiriman dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan, mengingat sejumlah wilayah masih terisolasi akibat longsor dan kerusakan akses jalan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa helikopter diberangkatkan dari Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.
“Pada sortie pertama, helikopter memuat bantuan total seberat 588 kilogram,” kata Abdul dalam keterangan pers, Minggu (30/11/2025).
Bantuan tersebut terdiri atas 60 koli sembako dan 10 koli makanan siap saji. Pengiriman melalui udara direncanakan dilakukan dua sortie dalam sehari untuk memenuhi kebutuhan darurat warga di Aceh Tamiang dan wilayah terdampak lainnya.
Pengiriman Bantuan via Pesawat ke Bener Meriah
Selain helikopter, BNPB juga mengoperasikan pesawat jenis Cessna Caravan PK-SNG dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Pesawat tersebut membawa bantuan menuju Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah.
“Sortie pertama membawa bantuan berupa 50 karton Indomie, 5 karton Eprokal, 7 karton Naraga, 2 unit genset, 2 unit Starlink, serta 20 liter BBM,” jelas Abdul.
Pada sortie kedua, pesawat mengangkut family food 20 dus, hygiene kit 10 dus, selimut, kelambu, sarung, biskuit Tanggo, pembalut, popok bayi, dan empat koli perlengkapan telekomunikasi.
Distribusi ke Aceh Tengah
Untuk Aceh Tengah, bantuan juga dikirim dalam dua sortie. Sortie pertama berisi 50 karton Indomie, 5 karton Eprokal, 10 karton Naraga, satu unit genset, dan satu unit Starlink.
“Sortie kedua mengangkut dua karung beras, family food 20 dus, hygiene kit 10 dus, selimut, kelambu, sarung, biskuit, pembalut, dan popok bayi,” ujar Abdul.
16 Kabupaten/Kota di Aceh Terdampak
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh sejak Rabu (19/11/2025) dipicu curah hujan ekstrem, angin kencang, dan kondisi geologi labil. Peristiwa tersebut memicu banjir, tanah bergerak, hingga longsor di 16 kabupaten/kota, meliputi:
Pidie
Aceh Besar
Pidie Jaya
Aceh Tamiang
Aceh Tenggara
Aceh Barat
Subulussalam
Bireuen
Lhokseumawe
Aceh Timur
Langsa
Bener Meriah
Gayo Lues
Aceh Singkil
Aceh Utara
Aceh Selatan
BNPB mencatat 3.817 kepala keluarga (119.988 jiwa) terdampak, dengan 6.998 KK (20.759 jiwa) di antaranya terpaksa mengungsi.
22 Korban Jiwa, Dua Kabupaten Masih Terisolasi
Musibah banjir dan longsor ini juga mengakibatkan 22 korban jiwa:
15 orang di Aceh Tengah
4 orang di Aceh Utara
1 orang di Bener Meriah
2 orang di Aceh Tenggara
Sementara itu, Aceh Tengah dan Bener Meriah dilaporkan masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus total oleh longsor. Pengiriman bantuan lewat udara menjadi satu-satunya cara untuk menjangkau warga yang membutuhkan.
BNPB memastikan distribusi bantuan lanjutan akan terus dilakukan hingga seluruh wilayah terdampak kembali dapat diakses melalui jalur darat.











