SOALINDONESIA–ACEH Presiden Prabowo Subianto menerima langsung keluhan masyarakat terdampak banjir saat meninjau posko pengungsian di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (1/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, seorang warga menyampaikan kondisi lahan jagung milik masyarakat yang habis tersapu banjir dan longsor pada November lalu.
Warga tersebut mengadu bahwa bencana banjir yang datang setiap tahun selalu merusak lahan pertanian mereka. Ia pun meminta pemerintah membangun bendungan sebagai solusi jangka panjang agar warga dapat kembali berpenghasilan.
“Mohon dibendung, Pak. Jagung kami semua sudah habis. Kami enggak tahu ke depannya. Kami sudah hancur, Pak. Pertanian jagung kami enggak berhasil,” kata warga tersebut di hadapan Presiden Prabowo.
Ia menambahkan, penanganan sementara sudah kerap dilakukan pemerintah daerah setiap kali terjadi banjir, namun warga tetap berharap adanya pembangunan bendungan untuk menahan luapan air.
“Kami setiap tahun banjir. Mohon dibendung, Pak. Terima kasih Pak Bupati sudah turunkan alat berat setiap banjir, itu saja permohonan kami,” ujarnya.
Prabowo: Pemerintah Akan Hadir dan Bantu Petani
Menanggapi keluhan tersebut, Presiden Prabowo memastikan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan memberikan perhatian serius terhadap kerusakan lahan pertanian warga. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mencari solusi terbaik, termasuk pemulihan lahan dan infrastruktur pendukung.
“Nanti kita perhatikan, kita bantu. Percayalah, kita akan berbuat yang terbaik untuk rakyat,” ujar Prabowo menenangkan warga.
Kepala Negara juga telah menerima laporan rinci mengenai dampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tenggara, termasuk kerusakan fasilitas umum serta akses transportasi yang terganggu.
Pemerintah Pusat Siap Perbaiki Infrastruktur
Bupati Aceh Tenggara, Muhammad Salim Fakhry, turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera meninjau kebutuhan perbaikan infrastruktur di wilayah terdampak, termasuk potensi pembangunan bendungan yang diminta masyarakat.
“Karena Bapak Presiden ke Sumbar, nanti ada tim. Yakin enggak sama Bupati? Masa presiden sudah hadir di sini, pernah enggak presiden datang ke Kutacane?” kata Salim di hadapan warga.
Seruan itu langsung dijawab kompak oleh warga: “Yakin!”
Dalam suasana penuh harapan, warga kemudian meneriakkan, “Hidup Pak Prabowo!”, menutup dialog dengan Presiden.
Kunjungan ini merupakan rangkaian peninjauan langsung Presiden Prabowo ke sejumlah lokasi terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pemerintah memastikan seluruh keluhan warga akan diinventarisir sebagai dasar pemulihan jangka pendek maupun jangka panjang.











