Menu

Mode Gelap

Nasional · 30 Des 2025 00:36 WITA

Mendagri: Pemerintah Salurkan Bantuan Renovasi Rumah hingga Rp30 Juta bagi Korban Bencana di Sumatera


 Mendagri: Pemerintah Salurkan Bantuan Renovasi Rumah hingga Rp30 Juta bagi Korban Bencana di Sumatera Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah menyalurkan bantuan renovasi rumah bagi warga terdampak bencana di wilayah Sumatera. Bantuan tersebut masing-masing sebesar Rp15 juta untuk rumah kategori rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah kategori rusak sedang.

Hal itu disampaikan Tito dalam Konferensi Pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun yang digelar di Posko Terpadu Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Selain bantuan renovasi rumah, pemerintah juga menyiapkan hunian sementara (huntara) serta hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau bahkan hilang akibat bencana. Pemerintah turut mengakomodasi warga terdampak yang memilih tinggal sementara bersama keluarga atau kerabat sembari menunggu pembangunan hunian tetap.

“Ada yang mungkin hunian sementara, disiapkan. Ada juga yang mungkin ingin mendapatkan biaya bantuan, namun memilih tinggal di rumah keluarganya. Jadi ada pilihan,” ujar Tito.

READ  Polemik Penggunaan Jet Pribadi OSO ke Takalar, LKBH: Jauh dari Unsur Gratifikasi

Ia menambahkan, pemerintah saat ini tengah menyinergikan pembangunan hunian melalui sejumlah skema, di antaranya pembangunan hunian tetap oleh Danantara, pembangunan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta dukungan gotong royong dari berbagai pihak.

Namun demikian, Tito menegaskan bahwa percepatan penyaluran bantuan renovasi sangat bergantung pada kelengkapan dan keakuratan data penerima dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pemerintah daerah segera merampungkan pendataan rumah terdampak secara by name by address, baik untuk kategori rusak ringan, rusak sedang, maupun rusak berat.

“Data yang kita harapkan adalah by name, by address, dari rumah rusak ringan, sedang, dan berat. Data ini sesuai kesepakatan berasal dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Data Sementara Rumah Terdampak

Berdasarkan data sementara dari tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera, tercatat sebanyak 68.850 rumah mengalami rusak ringan, 37.520 rumah rusak sedang, dan 56.108 rumah rusak berat. Dengan demikian, total rumah terdampak mencapai 213.432 unit.

READ  Kemendagri: Revisi UU Pemerintah Daerah Diharapkan Perkuat Tata Kelola Pemda

Tito menyebut sekitar dua pertiga dari total rumah terdampak masuk dalam kategori rusak ringan dan rusak sedang. Ia berharap, dengan penyaluran bantuan yang cepat dan tepat sasaran, sebagian besar warga dapat kembali menempati rumah masing-masing sembari proses pemulihan lingkungan terus berlangsung.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

READ  Menteri PU Dody Hanggodo: Santri Akan Dilatih dan Disertifikasi Jadi Tenaga Konstruksi, Gratis!

22 Desa Hilang Akibat Bencana

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa sebanyak 22 desa di Sumatera dinyatakan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor. Dari jumlah tersebut, 13 desa berada di Provinsi Aceh, delapan desa di Sumatera Utara, dan satu desa di Sumatera Barat.

“Data kami menunjukkan ada 22 desa yang hilang. Di Aceh ada 13 desa, di Sumatera Utara ada 8 desa, dan di Sumatera Barat ada 1 desa,” kata Tito.

Selain itu, tercatat sebanyak 1.580 kantor desa di wilayah Sumatera mengalami kerusakan sehingga roda pemerintahan desa tidak dapat berjalan normal. Dari jumlah tersebut, 1.455 kantor desa berada di Aceh, 93 di Sumatera Utara, dan 32 di Sumatera Barat.

“Yang paling banyak terdampak adalah Aceh Utara dengan lebih dari 800 desa dan Aceh Tamiang,” pungkas Tito.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional