SoalIndonesia—Tolikara – Bupati Tolikara, William Wandik mengimbau seluruh masyarakat agar menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial dengan bijak dan tidak mudah terpancing oleh isu yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul maraknya akun palsu (fake account) yang beredar di sejumlah grup Facebook dan diduga mengucilkan serta mendiskreditkan kinerja Bupati dan Wakil Bupati Tolikara,William Wandik-Yotam Wonda.
“Semua harus dicermati dengan bijak dan dengan kepala dingin. Jangan sampai kita terpancing bahkan bergerak tanpa kepastian atas isu atau berita yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas,” tegas William Wandik.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap upaya-upaya yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat Tolikara. Menurutnya, tim siber pemerintah daerah telah bergerak untuk menelusuri berbagai indikasi serangan digital tersebut.
“Tim cyber sudah bergerak untuk hal ini. Kami tidak diam terhadap hal-hal yang bisa memecah belah antar sesama anak lembah,” ujarnya.
Perwakilan tim siber Bupati Tolikara menyampaikan bahwa sejumlah indikasi serangan melalui media sosial telah terlacak dan kini dalam tahap pendalaman lebih lanjut. Penelusuran dilakukan untuk memastikan motif di balik penyebaran informasi yang dinilai provokatif tersebut.
“Kita ingin pastikan motif di belakang ini semua, apakah terstruktur, sistematis, dan masif. Jika ada indikasi ke arah sana, maka kami pastikan akan kami proses secara hukum,” tegas perwakilan tim siber.
Pemerintah Kabupaten Tolikara berharap masyarakat tetap menjaga kondusivitas daerah, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan semangat persaudaraan dan persatuan dalam menyikapi dinamika informasi di ruang digital.
Dengan meningkatnya penggunaan media sosial, masyarakat diimbau lebih selektif dalam menerima dan membagikan informasi, serta mengedepankan klarifikasi dari sumber resmi pemerintah daerah.











