Menu

Mode Gelap

Nasional · 25 Feb 2026 20:57 WITA

Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah Tak Serius Jalankan Program Cetak Sawah


 Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah Tak Serius Jalankan Program Cetak Sawah Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Andi Amran Sulaiman menegaskan akan mengalihkan anggaran ke daerah lain apabila pemerintah daerah tidak serius menjalankan program cetak sawah sebagai bagian dari penguatan produksi dan swasembada pangan nasional.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Amran menyusul evaluasi pelaksanaan program strategis pertanian di sejumlah wilayah. Ia mengingatkan, daerah yang tidak menunjukkan komitmen dan progres nyata akan dievaluasi, bahkan anggaran yang telah dialokasikan dapat ditarik dan dipindahkan ke daerah yang lebih siap.

“Yang tidak serius, kabupaten yang tidak serius, tolong nol kan anggarannya, Menteri (Pertanian) yang tanggung jawab. Sampaikan Menteri (Pertanian) yang tanggung jawab,” kata Amran dikutip dari Antara, Rabu (25/2/2026).

READ  Wapres Gibran Janji Cari Solusi Banjir Bali, Singgung Pembangunan Masif

Menurutnya, anggaran pertanian yang mencapai puluhan triliun rupiah merupakan amanah rakyat yang harus diwujudkan dalam bentuk produksi nyata di lapangan, bukan sekadar program di atas kertas.

Karena itu, bantuan dan dukungan pemerintah akan diprioritaskan kepada daerah dengan capaian positif dan progres cepat. Sementara wilayah dengan kinerja rendah akan ditahan sementara hingga mampu memperbaiki pelaksanaan programnya.

“Tolong seluruh dirjen, daerah yang capaiannya rendah, alihkan ke yang rajin. Jadi kabupaten dan provinsi yang tidak serius, anggarannya tarik, pindahkan ke provinsi lain, kabupaten lain,” ujarnya.

READ  Istana Minta Maaf Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis Terjadi di Sejumlah Daerah

Dorong Percepatan dan Perlindungan Daerah

Amran menegaskan, langkah tegas tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah agar program pertanian berjalan optimal serta tidak membebani daerah yang belum siap secara teknis maupun administratif.

“Bentuk cinta saya, kalau Anda tidak sanggup, saya pindahkan anggarannya. Daripada nanti tidak berjalan optimal di kemudian hari,” ucapnya.

Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional itu menekankan bahwa program cetak sawah tidak boleh kendur. Ia menginstruksikan seluruh kepala dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota untuk terus memacu percepatan cetak sawah, optimalisasi lahan, serta pelaksanaan program strategis lainnya.

READ  Kemenko Pangan Tegaskan Tak Pernah Beri Izin Impor 250 Ton Beras ke Sabang

“Momentum swasembada pangan yang telah diraih tidak boleh kendur dan harus dijaga secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, cetak sawah merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. Pada 2025, realisasi cetak sawah tercatat mencapai sekitar 200 ribu hektare. Sementara pada 2026, targetnya ditingkatkan menjadi 250 ribu hektare.

Menurut Amran, jika program tersebut dikombinasikan dengan optimalisasi lahan yang telah berjalan beberapa tahun terakhir, maka swasembada pangan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

“Ini yang membuat sistem nanti. Ini yang membuat berkelanjutan swasembada kita,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional