Menu

Mode Gelap

Nasional · 3 Mei 2026 17:34 WITA

Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026


 Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026 Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan LPG subsidi tabung 3 kilogram tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam acara Dialog Kedaulatan Pangan dan Energi menuju pertumbuhan ekonomi nasional di Institut Pertanian Bogor, yang dikutip pada Minggu (3/5/2026).

Menurut Bahlil, pemerintah tetap menjaga stabilitas harga energi subsidi meskipun harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price berpotensi menyentuh angka USD 100 per barel.

“Saya janji kepada Bapak Ibu semua ya, sampai 31 Desember, sekalipun harga ICP USD 100, Insyaallah harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik. Ini baru gerakan kerakyatan,” ujar Bahlil.

READ  Presiden Prabowo Gelar Rapat Terbatas di Kediaman Kertanegara: Bahas Ketahanan Pangan, DHE, dan Penyiapan SDM Strategis

Soroti Desakan Kenaikan Harga

Bahlil mengungkapkan adanya pihak-pihak tertentu yang justru mendorong kenaikan harga energi subsidi tersebut. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah.

“Tapi saya bagian elit, harga tidak naik, disuruh kita naik. Ada apa maksudnya?” ucapnya.

Ia menegaskan pemerintah tetap berpihak pada kepentingan rakyat dengan menjaga daya beli masyarakat melalui stabilitas harga energi.

Pasokan Minyak Dipastikan Aman

Selain soal harga, Bahlil juga memastikan pasokan minyak mentah nasional dalam kondisi aman untuk satu tahun ke depan. Hal ini didukung adanya tambahan pasokan dari Rusia.

READ  Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan IKN Tak Akan Jadi Kota Hantu, Bantah Laporan Media Asing

“Terakhir kemarin kita di Rusia. Di Rusia kita sudah dapat. Satu tahun ini clear. Jadi untuk stok crude kita, satu tahun ke depan, Insyaallah sudah selesai,” jelasnya.

Pemerintah diketahui memiliki komitmen impor minyak mentah dari Rusia sebesar 150 juta barel yang akan direalisasikan secara bertahap hingga akhir 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Fokus Jaga Ketahanan Energi

Meski demikian, Bahlil belum merinci volume impor yang akan segera masuk maupun kilang yang akan mengolah minyak mentah tersebut di dalam negeri.

READ  Pemimpin Redaksi Bloomberg Puji Jokowi, Disejajarkan dengan Bill Clinton dan Jacques Chirac

Ia menegaskan pemerintah saat ini fokus memastikan ketersediaan berbagai jenis BBM, mulai dari solar hingga bensin dengan beragam angka oktan, agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi global yang masih bergejolak.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap stabilitas harga dan pasokan energi dapat terus terjaga serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Satgas PRR Dorong Pembentukan Satgas Daerah untuk Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera

3 Mei 2026 - 17:47 WITA

Prabowo Gelar Ratas di Hambalang, Bahas Isu Strategis hingga Aspirasi Buruh

3 Mei 2026 - 17:38 WITA

Pemkab Tolikara Peringati Hardiknas 2026, Bupati Willem Wandik Tekankan Pendidikan Humanis dan Inklusif

3 Mei 2026 - 17:34 WITA

Menteri Bahlil Lahadalia Pastikan Minyak Rusia Segera Masuk Indonesia

3 Mei 2026 - 02:02 WITA

Menag Nasaruddin Umar Apresiasi Peran Guru Ngaji, Dorong Perlindungan Sosial dan Beasiswa PJJ

3 Mei 2026 - 01:56 WITA

Presiden Prabowo Subianto Ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026 Lewat Media Sosial

3 Mei 2026 - 01:43 WITA

Trending di Nasional