Menu

Mode Gelap

News · 5 Mei 2026 02:22 WITA

DPR Soroti Penyanderaan 4 WNI oleh Bajak Laut di Somalia, Desak Langkah Cepat Pemerintah


 DPR Soroti Penyanderaan 4 WNI oleh Bajak Laut di Somalia, Desak Langkah Cepat Pemerintah Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI, Yudha Novanza Utama, menyoroti kasus penyanderaan empat Warga Negara Indonesia (WNI) oleh bajak laut di perairan Somalia yang telah berlangsung lebih dari sepekan.

Keempat WNI tersebut merupakan awak kapal tanker MT Honour 25, masing-masing Ashari Samadikun (kapten kapal), Adi Faizal (Second Officer), Wahudinanto (Chief Officer), dan Fiki Mutakin. Mereka dilaporkan disandera oleh kelompok perompak bersenjata saat melintasi wilayah yang dikenal rawan pembajakan di kawasan Tanduk Afrika.

“Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi empat WNI yang hingga hari ini masih berada dalam penyanderaan. Negara harus hadir secara maksimal untuk memastikan keselamatan seluruh warga negara dalam situasi darurat seperti ini,” ujar Yudha, Senin (4/5/2026).

READ  Ahmad Sahroni Tak Akan Laporkan Warga yang Kembalikan Barang Jarahan

Dorong Diplomasi Lebih Intensif

Yudha mengapresiasi langkah Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang terus melakukan koordinasi melalui KBRI Nairobi dengan berbagai pihak di Somalia, termasuk otoritas lokal dan tokoh masyarakat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa situasi ini membutuhkan eskalasi langkah yang lebih komprehensif dan terukur.

“Upaya diplomasi harus dilakukan secara optimal, baik melalui jalur bilateral maupun kerja sama internasional, mengingat ini merupakan kejahatan lintas negara yang terorganisir,” tegasnya.

Pola Berulang Pembajakan

Yudha menilai insiden ini bukanlah kasus pertama, melainkan bagian dari pola berulang dalam keamanan maritim global, khususnya di kawasan Tanduk Afrika yang selama ini dikenal sebagai titik rawan pembajakan.

READ  Lokasi Jatuhnya Helikopter PK-IWS Ditemukan, Evakuasi Ditunda Akibat Cuaca Buruk

Menurutnya, dinamika geopolitik global turut memengaruhi meningkatnya kembali aktivitas perompakan. Ketika perhatian internasional terfokus pada kawasan lain seperti Timur Tengah dan Laut Merah, pengawasan di wilayah tersebut menjadi berkurang.

“Kita melihat adanya celah dalam sistem keamanan maritim global ketika fokus internasional terpecah. Kondisi ini dimanfaatkan oleh kelompok perompak yang telah lama memiliki jaringan terorganisir,” jelasnya.

Dorong Strategi Jangka Panjang

Selain upaya pembebasan sandera, Yudha mendorong pemerintah untuk memperkuat strategi jangka panjang dalam perlindungan pelaut Indonesia yang bekerja di jalur pelayaran internasional.

Ia menekankan pentingnya evaluasi sistem perlindungan, termasuk peningkatan standar keamanan kapal yang melintasi wilayah berisiko tinggi serta koordinasi yang lebih kuat dengan perusahaan pelayaran dan otoritas internasional.

READ  Industri Tembakau Moncer di Oktober 2025, Kemenperin Sebut Ada ‘Purbaya Effect’ Usai Menkeu Putuskan Tak Naikkan Cukai Rokok

“Perlindungan WNI, khususnya pelaut, harus menjadi prioritas. Evaluasi sistem perlindungan menjadi penting agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujarnya.

Buka Opsi Pendekatan Alternatif

Yudha juga membuka kemungkinan penggunaan pendekatan non-formal dalam proses negosiasi, seperti jalur kemanusiaan dan keagamaan, mengingat karakteristik sosial di Somalia yang dinilai dapat menjadi pintu masuk dalam upaya penyelamatan.

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, DPR RI melalui Komisi I akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan memastikan pemerintah mengambil langkah strategis yang berorientasi pada keselamatan para WNI.

“Kita berharap seluruh WNI yang disandera dapat segera dibebaskan dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Nadiem Makarim Minta Alih Status Tahanan karena Sakit, Hakim Pertimbangkan

5 Mei 2026 - 02:35 WITA

KPK Panggil Eks Staf Ahli Menhub dalam Pengembangan Kasus Korupsi Proyek Kereta Api

5 Mei 2026 - 02:16 WITA

Konsultan Pajak Ungkap Alasan Lonjakan Nilai Saham Nadiem Makarim pada 2022

5 Mei 2026 - 01:58 WITA

Halte CSW Padat Akibat Gangguan Bus TransJakarta, Penumpang Antre hingga Satu Jam

5 Mei 2026 - 01:51 WITA

Investasi PSEL Jakarta Tembus Rp17,3 Triliun, Target Operasi 2028

5 Mei 2026 - 01:46 WITA

Tersangka Pencabulan di Ponpes Ndolo Kusumo Mangkir, Polisi Siapkan Langkah Hukum

4 Mei 2026 - 22:18 WITA

Trending di Kriminal