Menu

Mode Gelap

News · 6 Jul 2026 15:06 WITA

PDIP Respons Santai Misi PSI Jadikan Jawa Tengah “Kandang Gajah”, Said Abdullah: Siapa yang Bikin Hoaks?


 PDIP Respons Santai Misi PSI Jadikan Jawa Tengah “Kandang Gajah”, Said Abdullah: Siapa yang Bikin Hoaks? Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA  – Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah, menanggapi santai wacana Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah” melalui safari politik bersama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Saat dimintai tanggapan mengenai target politik tersebut, Said hanya memberikan jawaban singkat.

“Siapa yang bikin hoaks?” ujarnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senin (6/7/2026), ketika ditanya mengenai kabar Jawa Tengah akan dijadikan “kandang gajah”.

Said tidak memberikan penjelasan lebih lanjut maupun mengomentari safari politik yang tengah dijalankan Jokowi bersama PSI.

READ  Rencana Pemakzulan Bupati Pati Sudewo Batal, Mayoritas Fraksi DPRD Pilih Rekomendasi Perbaikan Kinerja

Jawa Tengah Selama Ini Identik dengan “Kandang Banteng”

Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai basis utama suara PDI Perjuangan atau yang kerap dijuluki “kandang banteng”. Sebaliknya, istilah “kandang gajah” merujuk pada identitas baru PSI yang menggunakan logo bergambar gajah.

Wacana tersebut mencuat seiring langkah PSI yang mulai memperkuat konsolidasi politik di sejumlah daerah bersama Jokowi.

Jokowi Mulai Safari Politik

Safari politik Jokowi telah dimulai dengan mengunjungi Provinsi Lampung sebagai titik pertama. Dalam kunjungan tersebut, mantan Presiden RI itu menerima gelar adat kehormatan Baginda Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat di Lampung.

READ  Isu Surpres Pergantian Kapolri Menguat, DPR Bantah Sudah Terima Surat Presiden

Pada rangkaian prosesi adat yang berlangsung Sabtu (27/6/2026), Jokowi juga mengikuti ritual adat berupa injak kepala kerbau sebagai bagian dari penganugerahan gelar kehormatan.

Safari politik tersebut menjadi perhatian publik karena dilakukan di tengah menguatnya hubungan Jokowi dengan PSI setelah tidak lagi menjadi bagian dar PDI Perjuangan.

Hubungan Jokowi dan PDIP Merenggang

Hubungan antara Jokowi dan PDI Perjuangan memburuk sejak pelaksanaan Pemilihan Presiden 2024. Saat itu, Jokowi memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto serta mendorong putranya, Gibran Rakabuming Raka, menjadi pasangan calon wakil presiden mendampingi Prabowo.

READ  KPK Tangkap 10 Orang dalam OTT di Riau, Termasuk Gubernur

Sikap politik tersebut berbeda dengan keputusan resmi PDI Perjuangan yang mengusung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD pada Pilpres 2024.

Perbedaan arah politik itu kemudian berujung pada keputusan PDI Perjuangan untuk memecat Jokowi dari keanggotaan partai karena dinilai tidak menjalankan keputusan organisasi.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Inspiratif! Puteri Ekraf Sulselbar 2026 Aura Malaeka Gaungkan Misi UMKM Luwu Timur Mendunia di RRI Pro 1 Makassar

6 Juli 2026 - 23:18 WITA

Ketua Komisi VIII DPR: Usulan RUU Terkait LGBT Harus Dikaji Mendalam dan Berdasarkan Naskah Akademik

6 Juli 2026 - 14:49 WITA

KPK Verifikasi Laporan Penolakan Gratifikasi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni

6 Juli 2026 - 14:37 WITA

Mahasiswi Telkom University yang Hilang Sejak 30 Juni Belum Ditemukan, Polisi Terus Lakukan Pencarian

6 Juli 2026 - 14:06 WITA

Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga, Warga dan Nelayan Dilarang Beraktivitas dalam Radius 3 Kilometer

6 Juli 2026 - 07:52 WITA

Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak, Lima Mobil Damkar Dikerahkan

6 Juli 2026 - 07:35 WITA

Trending di News