Menu

Mode Gelap

Nasional · 27 Okt 2025 01:54 WITA

Airlangga Hartarto Wakili Indonesia dalam Pertemuan Puncak AZEC ke-3, Dorong Akselerasi Transisi Energi di Asia


 Airlangga Hartarto Wakili Indonesia dalam Pertemuan Puncak AZEC ke-3, Dorong Akselerasi Transisi Energi di Asia Perbesar

SOALINDONESIA–KUALALUMPUR Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Pemerintah Indonesia dalam pernyataan bersama para pemimpin Asia Zero Emission Community (AZEC) ke-3 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10/2025).

Dalam forum tingkat tinggi tersebut, para pemimpin negara dari Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Jepang, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam mendeklarasikan lima komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama regional menuju transisi energi bersih dan target Net Zero Emission (NZE).

Indonesia Dapat Keuntungan Strategis

Menurut Airlangga, Indonesia sangat diuntungkan dengan kelima komitmen yang disepakati negara anggota AZEC.

“Pemerintah Indonesia berpeluang besar memperkuat pembiayaan transisi energi dan pengembangan pasar karbon yang melimpah dari Indonesia,” ujar Menko Airlangga dari Kuala Lumpur, dikutip dari keterangan resmi, Minggu (26/10).

Ia menambahkan, selain memperluas potensi pasar karbon dan mempercepat transisi energi nasional, Indonesia juga akan memperoleh dukungan teknologi dekarbonisasi, termasuk di bidang hidrogen, energi terbarukan, serta efisiensi energi.

READ  Jokowi Nilai Purbaya Sadewa Cocok Jadi Menkeu, Singgung Perbedaan dengan Sri Mulyani

Airlangga menegaskan, deklarasi lima komitmen tersebut turut meningkatkan posisi strategis Indonesia dalam kerja sama energi kawasan Asia, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060.

“Ini meningkatkan posisi Indonesia dalam kemitraan strategis energi kawasan untuk mencapai Net Zero Emission 2060. Ini keuntungan besar bagi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” imbuh Airlangga.

Lima Komitmen Bersama Pemimpin AZEC

Pertemuan ke-3 AZEC dipimpin oleh Perdana Menteri Jepang dan Perdana Menteri Malaysia, dengan fokus pada strategi mempercepat transisi energi dan dekarbonisasi di kawasan Asia.

Lima komitmen utama yang disepakati para pemimpin negara adalah sebagai berikut:

1. Dukungan terhadap target iklim global.

Seluruh negara anggota berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca untuk menjaga pemanasan global tetap di bawah 1,5°C serta mencapai net-zero emissions, sesuai hasil Global Stocktake (GST) COP28.

READ  Presiden Prabowo Diterima Secara Resmi oleh Raja dan Ratu Belanda di Istana Huis ten Bosch

2. Transisi energi yang adil, terjangkau, dan inklusif.

AZEC menekankan pentingnya transisi energi yang tidak membebani ekonomi negara berkembang, menjamin akses energi bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan energi regional.

3. One Goal, Various Pathways.

Tiap negara menargetkan net-zero dengan pendekatan teknologi dan kebijakan yang sesuai kondisi nasional masing-masing, melalui prinsip fleksibel dan pragmatis.

4. Triple Breakthrough.

Negara anggota berkomitmen mencapai tiga tujuan strategis: mengatasi perubahan iklim, menjamin pertumbuhan ekonomi inklusif, dan menjaga ketahanan energi jangka panjang.

5. Action Plan for the Next Decade.

Para pemimpin negara menekankan perlunya percepatan implementasi selama dekade ini. Pemantauan capaian dan tindak lanjut akan dilakukan oleh para menteri terkait melalui laporan kemajuan tahunan.

READ  Presiden Prabowo di KTT ASEAN Plus Three: Persaingan Harus Jadi Mesin Kemajuan, Bukan Sumber Ketegangan

Transisi Energi yang Berkeadilan

Airlangga menegaskan bahwa AZEC kini bergerak dari sekadar wacana menuju implementasi nyata di lapangan. Menurutnya, seluruh pemimpin negara anggota sepakat bahwa transisi energi harus berkeadilan dan tidak boleh menghambat pembangunan ekonomi negara berkembang.

“Dengan ini, Indonesia siap memperkuat kerja sama teknologi, pendanaan, dan kapasitas kelembagaan dalam kerangka AZEC,” tegas Airlangga Hartarto.

Tentang AZEC

Inisiatif Asia Zero Emission Community (AZEC) merupakan wadah kerja sama antarnegara di kawasan Asia yang diinisiasi oleh Jepang. Tujuannya untuk mendorong pengurangan emisi karbon, mempercepat transisi energi bersih, serta memastikan keberlanjutan pembangunan ekonomi di kawasan.

Pertemuan tahun ini menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat kepemimpinan regional di sektor energi, sekaligus menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan hijau dan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional