Menu

Mode Gelap

Nasional · 11 Sep 2025 17:56 WITA

Bambang Haryadi Soal Isu Rahayu Saraswati Jadi Menpora: Tak Perlu Mundur dari DPR Sebelum Dilantik


 Bambang Haryadi Soal Isu Rahayu Saraswati Jadi Menpora: Tak Perlu Mundur dari DPR Sebelum Dilantik Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, angkat bicara terkait kabar yang menyebut Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menjadi calon kuat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Menurut Bambang, jika kabar tersebut benar, seharusnya Rahayu Saraswati tidak perlu buru-buru mengundurkan diri dari DPR sebelum ada pelantikan resmi.

“Kalau menjadi (Menpora) kan urusan presiden. Kedua, enggak harus mundur dulu kan. Jadi dulu, baru mundur, seperti contoh Menteri P2MI,” kata Bambang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Meski begitu, ia menegaskan bahwa isu tersebut masih sebatas gosip yang tidak perlu ditanggapi serius. “Sebuah isu kalau tidak tahu narasumbernya itu namanya gosip. Kalau di Islam namanya ghibah, tak perlu kita bahas,” ujarnya.

READ  Pemerintah Umumkan Paket Ekonomi 2025: Ada Program Magang Fresh Graduate Bergaji Rp3,3 Juta

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR

Sehari sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, resmi menyatakan mundur sebagai anggota DPR melalui unggahan di akun Instagram miliknya, Rabu (10/9/2025).

“Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI kepada fraksi Partai Gerindra. Saya berharap masih dapat diberikan kesempatan menyelesaikan satu tugas terakhir, yaitu pembahasan dan pengesahan RUU Kepariwisataan,” tulisnya.

Sara, sapaan akrabnya, mengaku keputusannya mundur juga dipicu polemik video pernyataannya tentang anak muda yang semestinya berusaha mandiri tanpa bergantung pada pemerintah. Ia menegaskan tak bermaksud meremehkan perjuangan generasi muda yang menghadapi tantangan membangun usaha.

READ  Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Tegaskan Pesan Persatuan TNI

Nama Sara Masuk Bursa Calon Menpora

Munculnya nama Sara dalam bursa calon Menpora semakin menguat setelah dirinya menyatakan mundur dari DPR. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai langkah tersebut masuk akal.

“Di tengah jabatan Menpora yang masih kosong, saya kira tidak salah juga kalau Sara dipersiapkan untuk mengisi jabatan tersebut,” kata Iwan.

Menurutnya, posisi Menpora kemungkinan besar akan tetap menjadi jatah Partai Gerindra. “Kalau Puteri Komarudin dari Golkar yang jadi Menpora, maka jatah Golkar bertambah dan ini bisa menimbulkan gesekan internal koalisi. Sara lebih rasional karena punya rekam jejak politik yang relevan,” ujarnya.

Kursi Menpora Kosong Usai Dito Ariotedjo Dicopot

READ  Presiden Prabowo Bakal Sampaikan Dua Pidato Kenegaraan Perdana Jelang HUT ke-80 RI

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencopot Dito Ariotedjo dari jabatan Menpora dalam reshuffle kabinet Merah Putih beberapa hari lalu. Dito sempat memberi kode ‘pamit’ lewat akun Instagram pribadinya.

“Terima kasih untuk semua yang sudah jalan bersama, berusaha membuat perubahan di Pemuda dan Olahraga. Semoga dilanjutkan penerus selanjutnya,” tulis Dito.

Dito menjabat Menpora sejak April 2023, saat dilantik oleh Presiden Joko Widodo, dan kembali dipercaya Prabowo pada 20 Oktober 2024. Namun, usianya di kabinet hanya bertahan kurang dari setahun pada periode kedua.

Kini, nama-nama calon pengganti mulai bermunculan, di antaranya Puteri Komarudin (Golkar), Moreno Soeprapto (Gerindra), Raffi Ahmad (Utusan Khusus Presiden), dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Gerindra).

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional