Menu

Mode Gelap

Nasional · 22 Apr 2026 16:50 WITA

Buka Forum Perangkat Daerah Tahun 2026: Bupati Tolikara Ajak ASN Hadirkan Perubahan Nyata untuk Rakyat


 Screenshot Perbesar

Screenshot

SOAlINDONESIA—TOLIKARA—Dalam suasana penuh kesederhanaan namun sarat makna, Bupati Tolikara, Willem Wandik, membuka Forum Perangkat Daerah Tahun Anggaran 2026 dengan sebuah pesan yang lebih dari sekadar arahan teknis. Ia berbicara tentang tanggung jawab, harapan, dan panggilan hati untuk benar-benar menghadirkan perubahan bagi masyarakat.

Di hadapan para kepala perangkat daerah dan jajaran pejabat, Bupati tidak hanya menekankan pentingnya perencanaan pembangunan, tetapi juga mengingatkan bahwa setiap program yang disusun sejatinya adalah cerminan keberpihakan kepada rakyat.

“Forum ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan tanggung jawab moral dan profesional kita kepada masyarakat,” tegasnya, dengan nada yang menggugah kesadaran bersama. 

Menyusun Harapan di Tengah Tantangan

Tahun 2027, menurutnya, bukanlah tahun yang ringan. Gejolak global, inflasi, hingga potensi resesi menjadi bayang-bayang yang bisa berdampak hingga ke daerah seperti Tolikara. Ditambah lagi, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat menuntut daerah untuk bekerja lebih cermat dan bijak.

READ  Cek Kesehatan Gratis Kini Bisa Kapan Saja, Wamenkes: Masyarakat Tinggal Datang ke Puskesmas Terdekat

Namun di balik tantangan itu, tersimpan peluang untuk berbenah.

Bupati menekankan bahwa setiap rupiah anggaran harus benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat. Tidak ada ruang lagi bagi program yang tidak berdampak, atau sekadar rutinitas tahunan tanpa makna.

“Tidak boleh ada lagi pemborosan. Tidak boleh ada lagi program yang tidak menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya dengan tegas. 

Fokus pada Kehidupan Nyata Masyarakat

Arah pembangunan Tolikara ke depan difokuskan pada hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari—mulai dari penguatan ekonomi berbasis lokal, ketahanan pangan, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.

READ  Tanpa Tukar Riyal, Jemaah Umrah dan Haji Bisa Belanja Lewat QRIS di Kartu Nusuk

Bupati juga menaruh perhatian besar pada upaya penurunan stunting dan kemiskinan, yang menurutnya menjadi indikator nyata keberhasilan pembangunan.

Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah juga menjadi prioritas, agar masyarakat di daerah terpencil tidak lagi merasa terisolasi.

Cara Lama Harus Ditinggalkan

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan pesan yang cukup reflektif—bahwa pola kerja lama sudah tidak relevan dengan tantangan saat ini.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara lama. Kita dituntut menghadirkan perubahan nyata,” ucapnya.

Ia mengajak seluruh ASN untuk bekerja sebagai satu tim, dengan satu arah dan satu tujuan: kesejahteraan masyarakat Tolikara.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya perencanaan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi dan digitalisasi dalam pelayanan publik.

Spiritualitas sebagai Fondasi

READ  Menag Nasaruddin Umar Minta ASN Kemenag Jadi Teladan dan Penyebar Pesan Damai

Di tengah pembahasan yang teknis, Bupati juga mengingatkan pentingnya dimensi spiritual dalam setiap langkah pembangunan. Ia mengajak seluruh peserta forum untuk selalu melibatkan Tuhan dalam setiap pengambilan keputusan.

Pesan ini menjadi penyeimbang—bahwa pembangunan bukan hanya soal angka dan program, tetapi juga soal nilai, integritas, dan kebijaksanaan.

Optimisme untuk Tolikara

Dengan penuh keyakinan, Bupati menyampaikan harapannya agar Tolikara dapat tumbuh menjadi daerah yang religius, maju, mandiri, adil, dan sejahtera.

Forum pun resmi dibuka, bukan sekadar sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai ruang untuk merumuskan masa depan.

Di akhir sambutannya, terselip semangat khas Papua yang menggema:

“Shalom… Yaki… Yaki… Wa… Wa… Wa…”

Sebuah seruan yang bukan hanya penutup acara, tetapi juga penegas semangat kebersamaan untuk melangkah maju.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Kemenag Perkuat Perang Melawan Narkoba, Tenaga Ahli Menag Ajak Rumah Ibadah Jadi Garda Edukasi

18 Juni 2026 - 03:29 WITA

Pengamat Nilai Pengangkatan Anak Menteri Haji Sarat Etika

9 Juni 2026 - 10:11 WITA

Dr. Bunyamin Yapid Kunjungi Studio Dakwah Mesir, Bawa Inspirasi Penguatan Edukasi Keagamaan di Indonesia

7 Juni 2026 - 20:20 WITA

Dua Anak Menteri Haji dan Umrah Jadi TA, Dapat Fasilitas Istimewa Hingga Haji Non Antrian

7 Juni 2026 - 15:00 WITA

Anak Menteri Haji Jadi Tenaga Ahli, Transparansi Kementrian haji Dipertanyakan

6 Juni 2026 - 22:55 WITA

Tiga Peserta Audisi DA8 Asal Sidrap Lolos ke Jakarta, Bupati Beri Restu dan Dukungan Penuh

5 Juni 2026 - 14:40 WITA

Trending di Nasional