Soalindonesia–SLEMAN — Suara ledakan yang awalnya diduga petasan memecah ketenangan warga Dusun Blimbingsari, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (21/2/2026). Dalam hitungan menit, ledakan tersebut berubah menjadi kobaran api yang menghanguskan satu unit rumah kosong di kawasan padat penduduk itu.
Asap hitam membumbung tinggi dari atap bangunan. Warga yang semula hanya menoleh karena suara ledakan mendadak panik saat api terlihat membesar dari dalam rumah. Sejumlah warga berteriak memperingatkan tetangga agar menjauh karena khawatir api merembet ke bangunan lain yang berdempetan.
Suti, warga yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi kejadian, mengaku sempat mengira percikan api tersebut berasal dari mainan anak-anak.
“Awalnya saya kira cuma petasan biasa. Tapi suaranya berulang-ulang, terus dari atas rumah keluar asap tebal. Baru sadar itu kebakaran. Kami langsung takut karena rumah-rumah di sini berdempetan,” ujarnya.
Menurut Suti, suara ledakan terdengar beberapa kali sebelum api membesar dan melahap bagian dalam rumah.
Kepala Dusun Blimbingsari, Robert, membenarkan adanya laporan suara seperti kembang api yang meledak dari dalam rumah sebelum kebakaran terjadi.
“Memang ada laporan suara ledakan seperti petasan dari dalam rumah. Dugaan sementara ada kembang api yang disimpan di situ dan ikut meledak saat terbakar. Tapi untuk penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan,” kata Robert.
Rumah tersebut diketahui dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya. Namun, di dalamnya terdapat sejumlah barang mudah terbakar, termasuk dua unit sepeda motor yang ikut hangus dilalap api.
Empat Unit Damkar Dikerahkan
Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk mengendalikan api. Petugas harus bergerak cepat mengingat lokasi berada di gang permukiman dengan akses sempit.
Komandan Regu Damkar Sleman, Triyono, mengatakan pihaknya menghadapi tantangan akses jalan saat proses pemadaman.
“Saat kami sampai, api sudah membesar. Karena ada bahan yang mudah terbakar di dalam rumah, api cepat menjalar. Kami menerjunkan dua unit dari Damkar Sleman, satu unit dari UGM, dan satu unit dari relawan. Fokus kami mencegah api merembet ke rumah sebelah,” jelasnya.
Setelah berjibaku selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun bangunan beserta isinya tidak dapat diselamatkan.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.











