Soalindonesia–JAKARTA — Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan generasi muda memiliki peran strategis sebagai Duta Budaya Indonesia yang membawa kekayaan budaya nasional ke panggung dunia. Hal itu disampaikannya saat melepas Misi Budaya SMA Labschool Kebayoran yang akan mengikuti 38th International Competition and Festival of Folklore, Dance and Music “Étoile de Paris” di Paris, Prancis, pada 9–21 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Fadli Zon mengapresiasi komitmen SMA Labschool Kebayoran yang secara konsisten mengirimkan misi budaya sejak 2004 sebagai bagian dari upaya memajukan kebudayaan Indonesia.
“Pemajuan kebudayaan ini adalah tugas kita bersama dan merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” kata Fadli Zon dalam keterangan resmi, Minggu (5/7).
Menurut Fadli, Indonesia memiliki keberagaman budaya atau mega cultural diversity yang menjadi kekuatan besar bangsa. Kekayaan tersebut perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat internasional melalui diplomasi budaya, seperti festival seni, pertunjukan tari, musik, sastra, hingga film.
Ia mengatakan para peserta misi budaya tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga membawa nama Indonesia di hadapan masyarakat internasional.
“Adik-adik sekalian akan menjadi Duta Budaya Indonesia di panggung global. Kalian tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga melakukan pertunjukan dan membawa nama Indonesia di Prancis. Kesempatan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.
Fadli juga mendorong agar misi budaya ke depan dapat bersinergi lebih erat dengan Kementerian Kebudayaan melalui program Dana Indonesiana Raya untuk mendukung pengembangan ekosistem kebudayaan.
Menurutnya, program tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan, mulai dari pengiriman delegasi budaya hingga penyelenggaraan festival film, musik, tari, teater, serta partisipasi dalam berbagai ajang kebudayaan di tingkat internasional.
Lebih lanjut, Fadli menegaskan bahwa budaya merupakan soft power Indonesia yang memiliki peran penting dalam memperkuat diplomasi budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di masa depan.
“Budaya ini adalah satu kekuatan lunak, soft power. Kekuatan soft power ini sangat penting bagi diplomasi budaya. Ke depan akan menjadi engine of growth, menjadi kekuatan budaya, ekonomi budaya, dan industri budaya,” tuturnya.
Ia pun berpesan agar seluruh peserta mempersiapkan diri dengan maksimal dan mampu menampilkan performa terbaik selama mengikuti festival di Prancis.
“Selamat bertugas sebagai Duta Budaya Indonesia. Bawalah pulang prestasi, pengalaman, persahabatan, dan networking, serta terus mencintai, melestarikan, dan memajukan budaya Indonesia,” kata Fadli.
Sementara itu, Kepala SMA Labschool Kebayoran, Suparno, mengatakan program misi budaya bertujuan menumbuhkan kesadaran para siswa sebagai warga negara Indonesia sekaligus warga dunia yang mampu berkontribusi melalui pelestarian budaya.
Dalam ajang 38th International Competition and Festival of Folklore, Dance and Music “Étoile de Paris”, delegasi SMA Labschool Kebayoran akan mengikuti berbagai kategori pertunjukan tari dan musik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Keikutsertaan misi budaya tersebut diharapkan dapat mengharumkan nama Indonesia melalui prestasi di tingkat internasional sekaligus memperkuat diplomasi budaya sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan nasional.











