Menu

Mode Gelap

Nasional · 6 Des 2025 18:59 WITA

Harga Minyak Stabil Didukung Ketegangan Geopolitik dan Harapan Pasokan


 Harga Minyak Stabil Didukung Ketegangan Geopolitik dan Harapan Pasokan Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA Harga minyak dunia stabil pada perdagangan Jumat (5/12/2025), meskipun dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan ekspektasi pasokan global. Pergerakan harga yang relatif datar dipicu oleh kemunduran perundingan damai Ukraina, sementara harapan kelebihan pasokan membatasi kenaikan lebih lanjut.

Mengutip CNBC, harga minyak Brent naik 49 sen atau 0,77% menjadi USD 63,75 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) bertambah 41 sen atau 0,69% ke posisi USD 60,08 per barel.

Faktor Geopolitik dan Ekonomi

Analis Pasar Minyak PVM, Tamas Vargas, menilai bahwa harga minyak pekan ini bergerak dalam rentang sempit. “Kemajuan perundingan damai Ukraina yang melambat memberikan latar belakang bullish, namun produksi OPEC yang tangguh menahan harga. Kedua kekuatan ini membuat perdagangan tampak sepi,” ujar Tamas.

READ  Airlangga Hartarto Targetkan Kontribusi Ekonomi Digital Indonesia Capai 19,6% terhadap PDB pada 2045

Selain itu, pasar menyoroti potensi penurunan suku bunga The Fed AS yang diperkirakan akan terjadi pada pertemuan kebijakan mendatang. Survei Reuters menunjukkan 82% ekonom memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang dapat merangsang pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi.

Ketegangan AS-Venezuela Dorong Harga

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela turut menopang harga minyak. Rystad Energy menilai bahwa potensi intervensi AS terhadap Venezuela dapat menekan pasokan minyak mentah dari negara tersebut, yang sebagian besar dikirim ke China.

“Ketegangan militer antara AS dan Venezuela bisa berdampak signifikan terhadap harga minyak,” kata analis Rystad Energy.

READ  Bahlil Lahadalia: Kapasitas Smelter Bauksit Nasional Capai 17,5 Juta Ton, Hilirisasi Terus Dipercepat

Selain itu, kegagalan perundingan damai Ukraina juga menjadi faktor yang menahan aliran minyak Rusia ke pasar global, menjaga harga tetap terdukung meskipun kelebihan pasokan meningkat.

Pasokan dan Strategi OPEC

Arab Saudi memangkas harga jual minyak Arab Light untuk Januari ke Asia ke level terendah lima tahun, sebagai respons terhadap surplus pasokan. Namun, keputusan OPEC+ untuk mempertahankan produksi hingga awal tahun depan turut memberikan dukungan terhadap harga.

“Perang dan politik, yang diimbangi dengan stok yang nyaman, surplus pasokan yang diharapkan, dan strategi pangsa pasar OPEC, membuat Brent tetap berada di kisaran USD 60–70 per barel,” ujar Spesialis Riset Senior LSEG, Anh Pham.

READ  Anak Raja Minyak Riza Chalid Didakwa Rugikan Negara Rp285 Triliun, Perkaya Diri Rp3,07 Triliun dari Korupsi Minyak

Kesimpulan

Harga minyak dunia tetap stabil, dipengaruhi kombinasi faktor geopolitik, ekspektasi suku bunga, dan strategi produksi OPEC. Meskipun surplus pasokan meningkat, ketegangan di Ukraina dan potensi konflik Venezuela menjadi sentimen bullish yang menahan harga agar tidak turun tajam.

Harga Brent dan WTI diperkirakan akan terus bergerak dalam kisaran moderat, menunggu perkembangan lebih lanjut terkait geopolitik dan kebijakan moneter global.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional