Menu

Mode Gelap

Nasional · 8 Nov 2025 16:59 WITA

Kemenkeu Resmi Masukkan Redenominasi Rupiah dalam Rencana Strategis 2025-2029


 Kemenkeu Resmi Masukkan Redenominasi Rupiah dalam Rencana Strategis 2025-2029 Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi memasukkan kebijakan redenominasi rupiah dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Keuangan 2025-2029. Kebijakan ini dituangkan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 yang telah ditandatangani Purbaya.

Redenominasi rupiah sendiri merupakan upaya penyederhanaan jumlah digit pada mata uang rupiah. Meski nominal rupiah disederhanakan, nilai riilnya tetap sama. Misalnya, Rp 1.000 akan menjadi Rp 1, dan harga barang Rp 10.000 akan ditulis sebagai Rp 10 setelah redenominasi diterapkan.

“Kebijakan ini bukan soal menambah nilai rupiah, tapi menyederhanakan penulisan dan transaksi sehingga lebih efisien,” ujar Purbaya, dikutip dari dokumen Renstra Kemenkeu 2025-2029.

READ  Menkeu Purbaya Balas Kritik Rektor Paramadina Soal Dana Rp200 Triliun: "Pak Didik Salah Undang-Undangnya"

Tujuan Redenominasi Rupiah

Dalam Renstra Kemenkeu, redenominasi ditujukan untuk:

1. Mendorong efisiensi perekonomian melalui penyederhanaan transaksi dan administrasi keuangan.

2. Meningkatkan daya saing nasional dengan mempermudah perdagangan dan transaksi bisnis.

3. Menjaga stabilitas dan kesinambungan ekonomi, termasuk daya beli masyarakat.

4. Meningkatkan kredibilitas rupiah di mata investor domestik dan internasional.

Rancangan Undang-Undang Redenominasi Target Rampung 2027

Sebagai bagian dari kebijakan ini, Kemenkeu juga telah menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah (Redenominasi). RUU ini dikategorikan sebagai rancangan undang-undang luncuran, dengan target penyelesaian pada tahun 2027.

READ  Presiden Prabowo Akan Resmikan Enam Kodam Baru Saat Upacara Gepaopshormil di Bandung

“RUU Redenominasi dirancang sebagai salah satu prioritas nasional di bidang kebijakan fiskal, dan akan menjadi landasan hukum implementasi penyederhanaan rupiah,” tulis dokumen Renstra Kemenkeu 2025-2029.

Implementasi redenominasi diharapkan dapat membuat transaksi keuangan sehari-hari lebih sederhana, serta mendukung efisiensi administrasi pemerintahan dan sektor swasta.

Ilustrasi: Desain uang rupiah hasil redenominasi yang menghilangkan tiga angka nol di belakang.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional