Menu

Mode Gelap

Nasional · 29 Sep 2025 19:36 WITA

Kementerian Agama Jajaki Kerja Sama dengan Kemnaker untuk Tingkatkan Daya Saing Santri di Dunia Industri


 Kementerian Agama Jajaki Kerja Sama dengan Kemnaker untuk Tingkatkan Daya Saing Santri di Dunia Industri Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Kementerian Agama (Kemenag) berencana menjajaki kerja sama strategis dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) guna mengoptimalkan pemanfaatan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) sebagai sarana peningkatan kompetensi kerja bagi santri. Langkah ini diambil dalam rangka mempersiapkan lulusan pesantren agar lebih siap dan kompetitif di dunia industri.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, usai melakukan diskusi dengan Lukmanul Hakim, mantan Tenaga Ahli di Kemnaker yang kini menjabat sebagai Pembina di National Industrial Watch. Pertemuan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Senin (29/9/2025), dan turut dihadiri oleh tokoh agama Habib Ahmad Assegaf.

Diskusi tersebut membahas pentingnya percepatan serapan tenaga kerja, khususnya bagi lulusan pondok pesantren dan Madrasah Aliyah yang selama ini dinilai masih memiliki keterbatasan dalam konektivitas dengan dunia industri.

READ  Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

“Saya sebelumnya tenaga ahli di Kementerian Ketenagakerjaan. Makanya saya coba memberikan konsep ke Pak Menteri Agama terkait serapan tenaga kerja. Karena banyak juga lulusan pesantren, lulusan aliyah yang memang tidak sinkron dengan industri,” ujar Lukmanul Hakim usai pertemuan.

Lukman menyampaikan, saat ini terdapat sekitar 5.200 Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut, menurutnya, bisa dioptimalkan untuk memberikan pelatihan kerja yang relevan dan dibutuhkan industri kepada para santri.

“Nanti MoU-lah dengan Kementerian Agama, karena kan basisnya rata-rata pesantren itu BLKK. Saya yakin lulusan pesantren bisa memaksimalkannya,” imbuh Lukman.

READ  Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Gencarkan Sosialisasi Pembebasan Retribusi PBG bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Ia menekankan bahwa gagasan ini merupakan bentuk kontribusinya dalam mendukung program pemerintah, khususnya arahan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan serapan tenaga kerja nasional.

“Konsep ini mubazir kalau tidak saya sampaikan. Harapannya Kementerian Agama bisa langsung berkomunikasi dengan Kemnaker untuk memaksimalkan target serapan tenaga kerja sesuai keinginan Pak Prabowo,” tegasnya.

Menanggapi gagasan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan apresiasi dan menyatakan bahwa ide tersebut sejalan dengan prioritas pemerintah saat ini.

“Nanti kita coba follow-up lagi terkait ide tersebut, saya rasa ide-ide tersebut sejalan dengan program (pemerintahan) Prabowo,” ujar Menag.

Lebih lanjut, Nasaruddin menyebut bahwa penguatan peran pesantren dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional menjadi salah satu prioritas Kemenag ke depan. Ia juga menilai bahwa pemanfaatan BLKK dapat menjadi jembatan strategis dalam menghubungkan lulusan pesantren dengan dunia kerja.

READ  Menag Nasaruddin Umar: Tafsir Agama Harus Jadi Perekat Bangsa, Bukan Pemisah

Kolaborasi Antarkementerian

Jika kerja sama ini terealisasi, Kementerian Agama dan Kementerian Ketenagakerjaan akan menyusun nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan hukum dan operasional dalam pemanfaatan BLKK untuk santri. MoU ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan lulusan pesantren, tetapi juga membuka akses mereka terhadap lapangan pekerjaan yang lebih luas dan relevan.

Dengan potensi lebih dari 5.000 BLKK yang terintegrasi dengan pesantren, pemerintah optimis program ini bisa memperkuat kontribusi pendidikan keagamaan dalam pembangunan ekonomi dan ketenagakerjaan nasional.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional