Menu

Mode Gelap

Nasional · 29 Jun 2026 19:46 WITA

Kementerian ESDM Mulai Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Impor China, Disiapkan Jadi Alternatif LPG Bersubsidi


 Kementerian ESDM Mulai Uji Coba Tabung CNG 3 Kg Impor China, Disiapkan Jadi Alternatif LPG Bersubsidi Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menguji coba tabung compressed natural gas (CNG) 3 kilogram (kg) yang diimpor dari China sebagai bagian dari pengembangan energi alternatif pengganti LPG 3 kg bersubsidi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan tahap awal uji coba menggunakan sekitar 15 tabung CNG yang didatangkan dari China dalam proyek yang diberi nama Tabung Merah Putih.

“Namanya Tabung Merah Putih. Saat ini (impor) dari China saja. Jadi bulan Juli ini sedang dibuat prototipe untuk diuji, belasan lah mungkin sekitar 15 setara 3 kg,” kata Laode saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senin (29/6/2026).

Berpeluang Diproduksi di Dalam Negeri

Meski tahap awal masih mengandalkan impor, Kementerian ESDM membuka peluang agar produksi tabung CNG dilakukan di Indonesia.

Menurut Laode, apabila kebutuhan tabung nantinya mencapai skala besar, pemerintah memiliki posisi tawar yang kuat untuk mengajak produsen asal China membangun fasilitas produksi di Tanah Air.

READ  Mendagri Dampingi Presiden Prabowo Luncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran di Bekasi

“Ada peluang untuk itu (pengadaan domestik). Kalau jumlahnya masif kan kita punya bargaining untuk minta mereka bangun di sini, dan itu peluangnya besar,” ujarnya.

Gunakan Material Komposit yang Lebih Ringan

Laode menjelaskan tabung CNG yang sedang diuji menggunakan teknologi tipe 4, yaitu berbahan dasar komposit yang jauh lebih ringan dibandingkan tabung generasi sebelumnya.

Teknologi tersebut dipilih agar masyarakat, khususnya pengguna rumah tangga, tetap nyaman saat menggunakan tabung CNG sebagai alternatif LPG.

“Material tabung ini sudah sampai ke tipe 4. Tipe 1 semua logam, tipe 2 sudah mulai ada campuran yang meringankan sampai dengan tipe 3 tapi masih berat. Oleh karena itu, kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti nggak merasa kok penggantinya (LPG) berat,” jelas Laode.

Ia memastikan ukuran dan pola pemanfaatan tabung CNG akan dibuat setara dengan LPG 3 kilogram sehingga tidak menyulitkan masyarakat dalam proses transisi penggunaan.

Sudah Masuk Tahap Ketiga Pengujian

Saat ini, proses pengujian telah memasuki tahap ketiga di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), meliputi uji tekanan serta aspek keselamatan pada tabung maupun katup (valve).

READ  Pemerintah Finalisasi Pembayaran Kompensasi Energi BBM dan Listrik untuk 2024 dan Awal 2025

Pemerintah menargetkan seluruh proses pengujian dapat diselesaikan dalam waktu dekat sebelum memasuki tahap implementasi yang lebih luas.

“Setelah uji yang 15 (tabung) tadi dievaluasi, insyaallah setelah itu kita bisa lanjutkan. Pengadaannya ada nanti, ada skema pengadaan. Jadi yang jelas pemerintah tidak mengeluarkan alokasi untuk hal tersebut,” tutur Laode.

Menurutnya, pengadaan tabung nantinya akan dilakukan oleh badan usaha melalui mekanisme bisnis sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Harga Disamakan dengan LPG 3 Kg

Kementerian ESDM memastikan harga tabung CNG 3 kilogram akan disetarakan dengan harga LPG 3 kilogram yang berlaku di masyarakat.

Meski harga jualnya sama, pemerintah memperkirakan penggunaan CNG mampu menghasilkan efisiensi anggaran hingga 30 persen karena pasokan gas berasal dari sumber daya domestik dan tidak bergantung pada impor LPG.

Uji Coba Dimulai di Kota Besar Pulau Jawa

Pada tahap awal, uji coba pemanfaatan tabung CNG akan dilakukan secara bertahap di sejumlah kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang.

READ  Pertamina Patra Niaga, Ditjen Migas, dan Lemigas Tinjau SPBU di Jawa Timur, Pastikan Kualitas BBM Aman

Wilayah tersebut dipilih karena telah memiliki jaringan pipa gas yang memadai sehingga pasokan gas untuk tabung CNG dapat dipenuhi melalui sistem transmisi yang sudah tersedia.

“Kita prioritaskan dulu yang dari pipa. Makanya uji cobanya kan Pak Menteri sudah sampaikan di kota-kota besar, di Pulau Jawa dulu yang memang jalur gas dari pipanya lebih banyak,” kata Laode.

Sebelumnya, Laode mengungkapkan bahwa untuk mendukung pilot project tersebut pemerintah membutuhkan sedikitnya 100 ribu tabung CNG yang akan diimpor dari China. Proses pengadaan dilakukan oleh badan usaha melalui skema business to business (B2B), sementara pemerintah berfokus pada aspek regulasi, pengujian, dan keselamatan penggunaan.

Melalui proyek Tabung Merah Putih, pemerintah berharap penggunaan CNG dapat menjadi alternatif energi rumah tangga yang lebih efisien, memanfaatkan sumber gas domestik, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG dalam jangka panjang.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Menag: Kemenag dan MUI Saling Melengkapi Jaga Kehidupan Beragama dan Dukung Pembangunan Nasional

30 Juni 2026 - 00:12 WITA

Pemerintah Mulai Terapkan Pemungutan Pajak Pedagang Marketplace pada Juli 2026

29 Juni 2026 - 20:33 WITA

Pemerintah Luncurkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Karya Desainer Asal Padang Jadi Identitas Kemerdekaan 2026

29 Juni 2026 - 19:21 WITA

PDIP Tak Persoalkan Prosesi Jokowi Injak Kepala Kerbau, Komarudin: Logo Kami Kepala Banteng

29 Juni 2026 - 19:10 WITA

BNNP Babel Apresiasi Pengungkapan 40 Kg Sabu di Belitung, Komitmen Perangi Narkoba Terus Diperkuat

29 Juni 2026 - 12:02 WITA

Kemendukbangga: Program MBG Harus Perkuat Ekosistem Pencegahan Stunting, Bukan Bangun Sistem Baru

29 Juni 2026 - 11:46 WITA

Trending di Nasional