Soalindonesia–Padang–Panjang Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan pengecekan menyeluruh terhadap Jembatan Kembar Margayasa KM 67+000 yang berada di Silaiang Bawah, perbatasan Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menyusul bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas jalan nasional menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana. Jalur Padang–Bukittinggi dinilai sebagai urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik di Sumatera Barat, sehingga penanganannya dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan aspek keselamatan.
“Jalur Padang–Bukittinggi adalah urat nadi pergerakan orang dan barang di Sumatera Barat. Karena itu, setiap langkah penanganan kami lakukan dengan memastikan aspek keselamatan terpenuhi sebelum fungsi layanan dikembalikan secara penuh,” ujar Dody, Senin (22/12/2025).
Pengecekan dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat bersama tim ahli dari PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Direktorat Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga. Inspeksi mencakup seluruh komponen jembatan, mulai dari pondasi, pilar, abutmen, gelagar, hingga lantai jembatan, termasuk stabilitas tanah di sekitar struktur.
Berdasarkan hasil evaluasi awal, tidak ditemukan penurunan kondisi struktur jembatan. Namun demikian, teridentifikasi adanya gerusan arus banjir pada bagian oprit dan pilar jembatan yang memerlukan penanganan lanjutan. Untuk itu, Kementerian PU melakukan penguatan tebing Sungai Batang Anai di sekitar jembatan melalui pembersihan sedimen serta pemasangan geobag sebagai langkah darurat.
Sementara waktu, operasional Jembatan Kembar Margayasa diberlakukan secara terbatas. Sisi A dibuka untuk lalu lintas kendaraan, sedangkan sisi B ditutup guna mendukung proses inspeksi dan pengamanan struktur. Akses jalan di kawasan tersebut kini telah kembali bersih dan dapat dilalui setelah sebelumnya tertutup material banjir bandang.
Untuk mempercepat pemulihan konektivitas di kawasan Lembah Anai, kendaraan roda dua dan roda empat jenis minibus diizinkan melintas pada pukul 17.00 WIB hingga 08.00 WIB, dengan pengaturan lalu lintas dan pengawasan ketat oleh petugas di lapangan.
Kementerian PU memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mempercepat penanganan pascabencana.
Hasil inspeksi menyeluruh ini akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya, baik berupa penguatan tambahan maupun perbaikan permanen, agar Jembatan Kembar Margayasa dapat kembali berfungsi optimal sebagai penghubung utama Padang–Bukittinggi.











