Menu

Mode Gelap

Nasional · 5 Mar 2026 03:45 WITA

Kepemimpinan yang Hadir di Tengah Rakyat, Wilem–Yotam Dinilai Bangun Fondasi Tolikara


 Kepemimpinan yang Hadir di Tengah Rakyat, Wilem–Yotam Dinilai Bangun Fondasi Tolikara Perbesar

SOALINDONESIA—PAPUA — Kepemimpinan Bupati Tolikara Willem Wandik bersama Wakil Bupati Yotam Wonda di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan mendapat sorotan positif dari pengamat pemerintahan nasional Arif Nurul Iman.

Arif menilai gaya kepemimpinan keduanya menunjukkan pendekatan yang berbeda dibanding pola birokrasi konvensional, yakni kepemimpinan tanpa sekat yang menempatkan kedekatan dengan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Menurutnya, Wilem Wandik dan Yotam Wonda tidak membangun jarak antara pemerintah dan rakyat. Mereka memilih hadir langsung di tengah masyarakat, berbaur dengan berbagai lapisan sosial, serta mendengar aspirasi warga secara langsung sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Model kepemimpinan seperti ini penting di wilayah pegunungan Papua, karena kepercayaan masyarakat menjadi modal utama sebelum pembangunan fisik dijalankan,” ujar Arif dalam keterangannya.

Menguatkan Peran OAP dalam Pemerintahan

READ  Menkeu Purbaya Ungkap Rp425 Triliun Uang Negara Mengendap di BI, Jadi Biang Sulitnya Lapangan Kerja

Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah komitmen pemerintah daerah dalam menempatkan Orang Asli Papua (OAP) pada struktur pemerintahan strategis. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat representasi lokal sekaligus membangun rasa memiliki terhadap jalannya pemerintahan.

Arif  menilai kebijakan tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan strategi jangka panjang untuk menciptakan birokrasi yang memahami karakter sosial dan budaya masyarakat Tolikara.

“Ketika OAP diberi ruang dalam struktur pemerintahan, maka kebijakan yang lahir akan lebih kontekstual dan diterima masyarakat,” jelasnya.

Membangun dari Hal-Hal Kecil

Pengamat tersebut juga menyoroti pendekatan pembangunan yang dilakukan secara bertahap, dimulai dari persoalan paling mendasar. Pemerintah Kabupaten Tolikara disebut fokus memperbaiki tata kelola pemerintahan, pelayanan dasar, hingga penguatan koordinasi internal birokrasi.

Menurut Arif, membangun fondasi dari hal-hal kecil sering kali tidak terlihat cepat, namun justru menentukan kekokohan daerah dalam jangka panjang.

READ  Reshuffle Kabinet, Dito Ariotedjo Lengser dari Kursi Menpora, Puteri Komarudin Dijagokan Jadi Pengganti

Ia menilai kepemimpinan Wilem–Yotam tidak terjebak pada proyek besar semata, melainkan menata sistem terlebih dahulu agar pembangunan berjalan berkelanjutan.

Aktif Promosikan Potensi Daerah

Selain pembenahan internal, kepemimpinan Tolikara juga dinilai progresif dalam memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional. Pemerintah daerah disebut aktif mempromosikan peluang investasi, potensi budaya, serta pembangunan daerah melalui berbagai forum nasional dan media arus utama.

Langkah ini dinilai penting untuk mengubah persepsi publik terhadap wilayah pegunungan Papua yang selama ini lebih sering disorot dari sisi tantangan dibanding peluangnya.

“Tolikara mulai dikenal bukan hanya karena geografisnya, tetapi karena gagasan dan potensi yang dimilikinya,” kata Arif .

READ  Kasus Dugaan Pemerasan K3: Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Diduga Terima Motor Ducati

Kepemimpinan yang Melek Media

Arif juga menilai pasangan kepala daerah tersebut memiliki kesadaran tinggi terhadap peran media dalam pembangunan modern. Pemerintah daerah dinilai mampu memanfaatkan media sebagai sarana transparansi, komunikasi publik, sekaligus promosi daerah.

Keterbukaan informasi dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Menuju Tolikara yang Kokoh

Secara keseluruhan, Arif  melihat arah kepemimpinan Wilem Wandik–Yotam Wonda sedang membangun pondasi pemerintahan yang kuat sebelum memasuki fase pembangunan besar.

Menurutnya, pendekatan ini membutuhkan kesabaran politik dan konsistensi kebijakan, namun berpotensi menjadikan Tolikara lebih kokoh di masa depan.

“Ketika hal-hal kecil sudah tertata, maka Tolikara akan berdiri kuat pada waktunya. Fondasi sosial dan pemerintahan yang solid adalah kunci keberlanjutan pembangunan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Setujui Gagasan Menag, Nuzulul Qur’an Dipusatkan di Istana Negara

5 Maret 2026 - 02:12 WITA

Menembus Langit Pegunungan: Cara Pemkab Tolikara Membuka Harapan Lewat Penerbangan Subsidi

4 Maret 2026 - 20:12 WITA

Pemkab Tolikara Perkuat Akses Wilayah 3T, Luncurkan Layanan Penerbangan Subsidi untuk Jaga Pelayanan Publik

4 Maret 2026 - 20:09 WITA

Menag Dorong Penguatan Keuangan Sosial Islam untuk Pemberdayaan Masyarakat

4 Maret 2026 - 01:13 WITA

Willem Wandik dan Jalan Kepemimpinan Teladan dari Tanah Tolikara

2 Maret 2026 - 22:20 WITA

Willem Wandik: ASN Harus Hadir untuk Rakyat, Bukan Sekadar Mengisi Jabatan

2 Maret 2026 - 22:12 WITA

Trending di Nasional