Menu

Mode Gelap

Nasional · 14 Sep 2025 00:41 WITA

Luhut Pastikan Pemerintah Perhatian terhadap Tujuh Desakan Darurat Ekonomi


 Luhut Pastikan Pemerintah Perhatian terhadap Tujuh Desakan Darurat Ekonomi Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan pemerintah memberi perhatian serius terhadap berbagai persoalan ekonomi, termasuk menanggapi tujuh Desakan Darurat Ekonomi yang disampaikan Aliansi Ekonom Indonesia (AEI).

Hal itu disampaikan Luhut saat beraudiensi dengan perwakilan AEI di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).

“Kami ingin mendengar langsung, menyampaikan apa yang telah pemerintah lakukan, dan memastikan bahwa pemerintah aware terhadap berbagai persoalan yang dihadapi,” ujar Luhut, dikutip dari Antara.

Menurut Luhut, pemerintah memandang para ekonom sebagai mitra strategis dalam memperkuat kebijakan, salah satunya melalui dorongan deregulasi untuk penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ia juga menekankan percepatan digitalisasi melalui sistem Online Single Submission (OSS).

READ  Cak Imin: Kamboja Bukan Tempat Aman bagi Pekerja Migran Indonesia, 110 PMI Berhasil Melarikan Diri dari Sindikat Penipuan Online

Selain itu, pemerintah tengah mendorong relokasi sejumlah perusahaan garmen dan alas kaki di tengah proses negosiasi tarif dengan Amerika Serikat. Langkah ini berpotensi menciptakan lebih dari 100 ribu lapangan kerja baru.

DEN juga menekankan pentingnya penguatan kualitas belanja dan peningkatan penerimaan negara melalui digitalisasi. Salah satu proyek percontohan yang segera dijalankan adalah digitalisasi penyaluran bantuan sosial.

“Langkah ini tidak hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga memungkinkan efisiensi anggaran karena bantuan lebih tepat sasaran dan langsung dirasakan masyarakat,” tutur Luhut.

Ia menambahkan, kolaborasi erat antara pemerintah, ekonom, dan dunia akademik sangat penting untuk membangun fondasi ekonomi nasional yang tangguh dan berkeadilan.

READ  Helikopter Milik Eastindo Air Hilang Kontak di Tanah Bumbu, Tim SAR Bergerak ke Lokasi

“Masukan bapak dan ibu sangat dibutuhkan, apakah kami di pemerintah sudah on the right track atau belum. Saya butuh feedback dari semuanya untuk menjadi bahan diskusi kami di pemerintahan,” ucap Luhut.

Apresiasi dari AEI

Perwakilan AEI, Jahen F. Rezki, menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdialog langsung dengan pemerintah melalui DEN.

“Ini adalah diskusi yang produktif dan kami berharap desakan yang disusun dapat dijadikan pertimbangan dalam pembuatan kebijakan ke depan. Diskusi seperti ini sebaiknya dilakukan secara berkala,” kata Jahen.

Adapun tujuh Desakan Darurat Ekonomi yang disampaikan AEI pada 9 September 2025 adalah sebagai berikut:

1. Perbaiki misalokasi anggaran dan tempatkan secara wajar serta proporsional.

READ  Menteri LH Ajak Siswa Sekolah Rakyat Peduli Lingkungan Usai Banjir Besar di Bali

2. Kembalikan independensi, transparansi, dan hilangkan intervensi kepentingan dalam institusi negara.

3. Hentikan dominasi negara yang melemahkan perekonomian lokal.

4. Lakukan deregulasi kebijakan, perizinan, dan birokrasi yang menghambat iklim usaha.

5. Prioritaskan kebijakan untuk mengatasi ketimpangan dalam berbagai dimensi.

6. Terapkan kebijakan berbasis bukti dan teknokratis, serta hentikan program populis yang mengganggu stabilitas fiskal.

7. Tingkatkan kualitas institusi, bangun kepercayaan publik, dan sehatkan tata kelola negara serta demokrasi.

Dengan adanya audiensi ini, DEN dan AEI sepakat bahwa dialog terbuka dan kolaborasi berkelanjutan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional