Menu

Mode Gelap

Nasional · 15 Okt 2025 10:21 WITA

Menag Nasaruddin Umar: Jaga Marwah Pesantren, Benteng Moral Bangsa yang Sudah Ratusan Tahun Berdiri


 Menag Nasaruddin Umar: Jaga Marwah Pesantren, Benteng Moral Bangsa yang Sudah Ratusan Tahun Berdiri Perbesar

SOALINDONESIA – JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya menjaga kehormatan dan marwah pondok pesantren di tengah munculnya pemberitaan yang dinilai merugikan citra lembaga pendidikan Islam tersebut. Ia menekankan bahwa pesantren telah berabad-abad menjadi bagian penting dari sejarah, budaya, dan moral bangsa Indonesia.

“Saya merasa kaget dan prihatin dengan pemberitaan yang menempatkan pesantren secara negatif. Selama ratusan tahun, pesantren mendidik manusia Indonesia agar menjadi masyarakat yang beradab dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” ujar Menag di Jakarta, Selasa (15/10/2025).

Menurut Nasaruddin, pesantren bukan sekadar tempat belajar agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, moral, dan nilai kemanusiaan. Ia mengajak masyarakat luas untuk memahami pesantren secara utuh dan kultural, bukan dari potongan narasi yang menyesatkan.

READ  KPK Tangkap 10 Orang dalam OTT di Riau, Termasuk Gubernur

Pernyataan ini disampaikan menyusul kontroversi tayangan salah satu program di Trans Media yang dianggap menyinggung kehidupan santri. Tayangan tersebut menampilkan narasi satir seperti “santri minum susu saja harus jongkok”, yang memicu gelombang protes dari berbagai kalangan pesantren.

Protes datang antara lain dari Pondok Pesantren Lirboyo, yang meminta pihak televisi menarik tayangan, meminta maaf secara terbuka, dan melakukan klarifikasi langsung kepada para pengasuh pesantren. Menanggapi hal itu, pihak Trans Media telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik dan para kiai pesantren terkait.

READ  Jokowi Absen di HUT ke-80 TNI, Ajudan: Masih Pemulihan Alergi Kulit

Menag Nasaruddin menyambut baik langkah tersebut dan mengingatkan bahwa budaya pesantren dikenal dengan tradisi memaafkan. “Saya kira ini bisa jadi pembelajaran bersama. Saya yakin para kiai dan santri juga akan memaafkan,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya akan bertolak ke Jawa Timur untuk bersilaturahmi dengan sejumlah pondok pesantren. “Saya hari ini akan ke Jawa Timur untuk bertemu dengan beberapa pesantren,” katanya.

Lebih lanjut, Menag menilai peran pesantren dalam membentuk keadaban sosial dan moral bangsa tidak bisa diremehkan. Ia menyebutkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pesantren justru semakin meningkat.

“Kalau mata hati kita melihat, kondisi pesantren saat ini justru sangat positif. Banyak orang tua yang memilih memasukkan anaknya ke pondok pesantren,” ungkapnya.

Menag juga menyoroti nilai kesantunan yang diajarkan dalam tradisi pesantren sebagai fondasi karakter bangsa. “Tradisi pesantren mengajarkan murid untuk hormat kepada kiai. Dari situ lahir budaya anak hormat pada orang tua, dan rakyat yang berbakti kepada pemimpinnya,” jelasnya.

READ  Dari Hal Kecil Tumbuh Harapan Besar: Kepedulian Willem Wandik terhadap Kreativitas Warga Tolikara

Menurutnya, keseimbangan antara rakyat yang santun dan pemimpin yang berwibawa adalah cerminan nilai-nilai luhur yang tumbuh di lingkungan pesantren. “Di mana ada rakyat yang santun, di sana ada pemimpin yang berwibawa. Suasana kebatinan seperti inilah yang dibentuk oleh pondok pesantren,” tutup Menag Nasaruddin Umar.

 

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Trending di News