Menu

Mode Gelap

Nasional · 3 Nov 2025 22:37 WITA

Menag Nasaruddin Umar Terima Pengurus IAEI, Bahas Penguatan Peran Ekonomi Islam dalam Pembangunan Nasional


 Menag Nasaruddin Umar Terima Pengurus IAEI, Bahas Penguatan Peran Ekonomi Islam dalam Pembangunan Nasional Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menerima kunjungan jajaran Indonesian Association of Islamic Economists (IAEI) di Masjid Istiqlal, Jakarta. Pertemuan ini membahas proses pembentukan struktur baru organisasi serta langkah penguatan peran ekonomi Islam dalam pembangunan nasional.

Ketua Tim Formatur Pengurus IAEI, Mustafa Edwin Nasution, dalam laporannya menyampaikan progres penyusunan kepengurusan baru, termasuk pembentukan tim formatur dan rencana pelantikan pengurus. Menurutnya, struktur organisasi IAEI akan diperluas dengan pembagian bidang dan komite yang lebih spesifik untuk memperkuat fungsi kelembagaan.

“Struktur baru ini dirancang untuk memastikan IAEI semakin kontributif dalam pengembangan ekonomi umat, pendidikan ekonomi syariah, hingga penguatan ekosistem zakat dan wakaf nasional,” ujar Mustafa.

READ  Presiden Prabowo Puji Kepala BGN Dadan Hindayana: Kembalikan Rp70 Triliun, Tanda Pejabat Patriot dan Tak Hambur Anggaran

Sebagai organisasi profesi yang menaungi para ekonom dan akademisi di bidang ekonomi Islam, IAEI berkomitmen mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional melalui pendidikan, riset, dan kerja sama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, serta industri keuangan syariah.

Mustafa juga menyampaikan bahwa rapat pleno tim formatur dijadwalkan pada 9 November 2025, sementara pelantikan pengurus baru akan dilaksanakan pada akhir November di Jakarta. Saat ini, IAEI memiliki lebih dari 7.000 anggota, terdiri atas akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan ekonomi syariah dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Menag Nasaruddin Umar mengapresiasi langkah IAEI memperkuat tata kelembagaan dan arah kerja strategis organisasi. Ia menekankan bahwa penguatan ekonomi Islam memiliki dimensi moral dan sosial yang sangat penting bagi kesejahteraan umat.

READ  Menag Syukuri Program MBG dan CKG dari Presiden Prabowo, Santri Rasakan Manfaat Langsung

“Kita tidak bisa berdakwah tanpa bicara ekonomi. Ekonomi adalah bagian dari misi kemanusiaan dan keagamaan. Ketika ketimpangan terjadi, maka agama hadir untuk mengingatkan, mengoreksi, dan membimbing,” tegas Menag.

Menag juga menyinggung tantangan sosial yang masih dihadapi Indonesia, seperti tingginya angka kemiskinan ekstrem dan ketimpangan kesejahteraan. Menurutnya, ekonomi syariah harus hadir sebagai solusi konkret, bukan sekadar wacana normatif.

“Nilai-nilai kebajikan Islam harus menuntun transformasi ekonomi kita. Bukan hanya tumbuh, tetapi juga adil,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin memastikan bahwa Kementerian Agama siap bersinergi dengan IAEI dalam berbagai program strategis, mulai dari pengembangan riset ekonomi Islam, peningkatan literasi keuangan syariah, hingga penguatan peran zakat dan wakaf produktif.

READ  Kompolnas Ungkap 3 Kunci Reformasi Polri: Digital, HAM, dan Pengawasan

“Kini saatnya memperkuat sinergi ulama, akademisi, dan praktisi ekonomi syariah. Kita ingin ekonomi umat tumbuh berdampingan dengan nilai moral dan spiritual,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen kedua pihak untuk menindaklanjuti kerja sama strategis antara Kementerian Agama dan IAEI. Kerja sama ini akan difokuskan pada pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis syariah serta dukungan terhadap kegiatan akademik dan riset di sektor ekonomi Islam.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional